Cegah Jalan Putus, Rekayasa Lalin Pada Jalur Peken Belayu–Kukuh Dialihkan

Foto : Jalur penghubung Desa Peken Blayu dengan Desa Kukuh, kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dialihkan, guna mencegah terjadinya putus akibat longsor dan rapuh.

TABANAN, Breaking-news.co.id | Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Peken Belayu–Kukuh, Kecamatan Marga, mulai Jumat (24/4) pagi pukul 09.00 Wita. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah potensi jalan putus akibat longsor yang menggerus sisi utara badan jalan.

Rekayasa lalu lintas difokuskan pada pembatasan kendaraan muatan berat yang dilarang melintas di jalur rawan tersebut. Sementara kendaraan ringan seperti roda dua dan mobil pribadi masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka-tutup menggunakan separuh badan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Murdika, menegaskan langkah ini diambil demi keselamatan pengguna jalan. “Kami antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, karena kondisi tanah di jalur itu labil dan rawan longsor,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kendaraan berat dari arah Mengwi menuju Tabanan dialihkan di Pertigaan Wiros menuju jalur nasional atau ke arah selatan. Sementara kendaraan berat dari arah Mengwi menuju Baturiti dialihkan melalui Jalan Wisnu di kawasan Margarana.

Untuk kendaraan berat dari arah barat menuju Baturiti, arus dialihkan melalui Jalan Soekarno tembus ke wilayah Mengwi, Badung. Dishub juga telah memasang rambu pembatasan di sejumlah titik strategis, seperti Pertigaan Wiros, Belayu, dan Rindam IX/Udayana.

Selain rekayasa arus, pengamanan di titik rawan juga diperkuat dengan pemasangan water barrier yang memanfaatkan separuh badan jalan. Sistem buka-tutup otomatis diterapkan guna mengatur arus kendaraan ringan yang masih diizinkan melintas.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Jalan Peken Belayu–Kukuh semakin mengkhawatirkan setelah longsor menggerus tepi jalan hingga melebar. Bahkan, satu bangunan di sekitar lokasi terancam amblas ke Sungai Yeh Ge.

Camat Marga, I Gede Nengah Sugiarta, mengungkapkan longsor terus terjadi secara bertahap, terutama saat dilalui kendaraan berat. “Setiap ada kendaraan besar lewat, tanahnya turun sedikit demi sedikit. Apalagi saat hujan, longsor bisa terjadi lebih besar,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan telah memangkas pohon bunut di sekitar lokasi untuk menghindari resiko tumbang ke badan jalan. “Jika sampai tumbang, diharapkan langsung jatuh ke Tukad Yeh Ge, bukan ke jalan,” tandasnya. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *