TABANAN,Breaking-news.co.id | Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan distribusi air bersih selama musim kemarau 2026. Salah satunya dengan menyiagakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk melayani wilayah yang terdampak gangguan jaringan.
Kebijakan ini disampaikan oleh Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, pada Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi menghadapi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung sejak April hingga September 2026.
“Selain menyiapkan satu unit mobil tangki isian lima ribu liter, upaya antisipasi kemarau juga kami lakukan dengan memetakan wilayah rawan krisis air guna menghadapi ancaman kemarau panjang,” jelas Untung pada Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan distribusi air minum kepada pelanggan tetap berjalan stabil meskipun terjadi penurunan debit air akibat kondisi cuaca ekstrem.
Perumda TAB juga melakukan penguatan sistem distribusi secara menyeluruh, termasuk pemeliharaan rutin pada seluruh unit pompa di berbagai wilayah layanan. Upaya ini dibarengi dengan penerapan metode step test untuk mendeteksi kebocoran pipa secara dini sekaligus meminimalkan potensi kehilangan air.
“Kami juga tengah memetakan titik wilayah di Tabanan yang rawan terjadi penurunan debit air dan potensi kekeringan,” ungkapnya.
Selain itu, pemeliharaan pompa dilakukan secara intensif dengan membersihkan endapan lumpur yang berpotensi mengganggu kinerja mesin serta kualitas air. Sebagai langkah darurat, unit pompa cadangan juga disiagakan guna mengantisipasi kerusakan mendadak pada mesin utama.
Saat ini, pasokan air Perumda TAB masih mengandalkan 34 sumber mata air, yang terdiri dari 24 sumber alami dan 10 sumber air baku. Seluruh sumber tersebut dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah ancaman kemarau panjang.
Untuk menjaga kualitas layanan, tim teknis diterjunkan melakukan pemantauan jaringan distribusi selama 24 jam secara bergantian.
“Kami menyiagakan petugas yang bekerja 24 jam untuk memantau jaringan distribusi. Tujuannya menjaga kuantitas dan kualitas produksi air agar tetap stabil,” tegas Untung.
Tak hanya fokus pada penanganan gangguan, Perumda TAB juga berkomitmen memperluas cakupan pelayanan melalui pembangunan jaringan perpipaan baru, guna menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih. Upaya ini tetap mengacu pada standar kualitas sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan serta mendukung visi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan daerah yang aman, unggul, dan madani.
Dalam hal pelayanan, Perumda TAB menegaskan kesiapsiagaan 24 jam menjadi prioritas utama, khususnya dalam merespons laporan kebocoran jaringan maupun kendala distribusi.
“Siaga 24 jam menjadi prioritas utama. Setiap laporan atau pengaduan akan kami tindaklanjuti secara cepat agar pelanggan tetap dapat menikmati layanan air bersih secara maksimal,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemasangan sambungan baru, dapat mendatangi kantor pusat maupun unit Perumda TAB dengan membawa fotokopi KTP, materai Rp10.000, serta biaya pendaftaran sebesar Rp55.500. Adapun biaya standar pemasangan baru ditetapkan sebesar Rp1.950.000 sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pelanggan yang mengalami gangguan layanan atau membutuhkan informasi dapat menghubungi call center resmi Perumda TAB melalui nomor 0878-1614-3624 atau 0819-9996-1400 (telepon dan WhatsApp), serta mengikuti informasi terbaru melalui kanal media sosial resmi perusahaan. (kyn)






