SINGASANA, Breaking-news.co.id | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar melakukan pengujian terhadap puluhan jenis takjil yang dijual di Pasar Tabanan. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan makanan pembuka puasa yang dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi aman serta bebas dari bahan berbahaya.

Kegiatan pengawasan pangan tersebut dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman yang dijual para pedagang di kawasan pasar tradisional. Total sebanyak 24 sampel takjil diuji langsung menggunakan metode rapid test kit untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan.
Beberapa zat yang menjadi fokus pengujian antara lain Rhodamin B yang merupakan pewarna merah tekstil, Metanil Yellow sebagai pewarna kuning sintetis, serta kandungan boraks dan formalin yang kerap disalahgunakan pada makanan.
Plt. Kepala BBPOM Denpasar Made Ery Bahari Hantana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama momentum hari besar keagamaan.
“Pengujian ini kami lakukan untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat benar-benar aman dari penggunaan bahan berbahaya. Dari hasil rapid test terhadap 24 sampel makanan dan minuman yang diambil di Pasar Tabanan, seluruhnya menunjukkan hasil negatif sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelas Made Ery Bahari Hantana, pada Rabu (11/3/2026).
Selain melakukan pengujian, petugas BBPOM juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai bahaya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang. Para pedagang diingatkan agar hanya menggunakan bahan yang aman dan sesuai ketentuan dalam proses pembuatan makanan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang lebih cerdas dan teliti dalam memilih makanan, khususnya saat membeli takjil di pasar maupun di pinggir jalan.
“Jika menemukan makanan dengan warna yang terlalu mencolok atau tampak tidak wajar, masyarakat perlu lebih berhati-hati. Pilihlah makanan yang tampak alami dan dibeli dari pedagang yang menjaga kebersihan,” tambahnya.
Dengan hasil pengujian tersebut, takjil yang dijual di Pasar Tabanan untuk sementara dipastikan aman untuk dikonsumsi. Meski demikian, BBPOM Denpasar menegaskan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai pasar dan pusat penjualan makanan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan masyarakat, khususnya selama momentum meningkatnya konsumsi makanan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Nyepi, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan dengan rasa aman. (kyn)






