DENPASAR,Breaking-news.co.id | Euforia final Piala Dunia 2026 terasa begitu meriah di Lapangan Timur TVRI Bali. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) laga puncak sepak bola dunia yang digelar TVRI Bali. Tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan bersama, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Sejak beberapa jam sebelum kick-off, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepak bola. Mereka memenuhi area nobar dengan mengenakan atribut tim favorit, menciptakan atmosfer layaknya berada di stadion.
Antusiasme penonton semakin memuncak saat pertandingan dimulai. Sorak sorai, tepuk tangan, nyanyian dukungan, hingga teriakan penuh semangat terus menggema setiap kali tercipta peluang berbahaya maupun gol sepanjang laga berlangsung.
Suasana nobar berlangsung tertib dan penuh keakraban. Penonton dari berbagai usia tampak menikmati jalannya pertandingan bersama-sama. Momen tersebut menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda dalam satu semangat yang sama, yakni menyaksikan partai final ajang sepak bola terbesar di dunia.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Ida Bagus Gede Yogi Jenana Putra, menilai penyelenggaraan nonton bareng di TVRI Bali menunjukkan bahwa lembaga penyiaran publik tidak hanya menghadirkan tayangan berkualitas, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Yang datang kesini kebanyakan anak muda, dan saya sangat apresiasi sekali TVRI yang sudah menyediakan ruang untuk anak-anak muda dan pelaku UMKM. Disini saya lihat banyak sekali UMKM. Harapannya semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan TVRI bisa berinovasi lebih baik lagi,” Ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat sosial sekaligus memperluas akses masyarakat untuk menikmati tayangan olahraga internasional secara bersama-sama.
Hal senada disampaikan salah seorang penonton, Fikri, yang mengaku sengaja datang ke TVRI Bali untuk merasakan atmosfer final Piala Dunia bersama ribuan suporter lainnya.
“Saya sengaja datang kesini untuk nonton bareng bersama teman-teman. Ini yang nonton rame banget, seru,” Katanya.
Ia mengaku suasana nobar memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menyaksikan pertandingan di rumah karena dapat berbagi euforia bersama masyarakat lainnya.
Di balik kemeriahan pertandingan, kegiatan nobar juga membawa berkah bagi pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar Lapangan Timur TVRI Bali. Sejak menjelang tengah malam, stan-stan kuliner mulai dipadati pengunjung yang berburu makanan, minuman, hingga camilan sebelum maupun selama pertandingan berlangsung.
Antrean tampak mengular di sejumlah lapak. Para pedagang menyiapkan berbagai menu, mulai dari makanan berat, jajanan tradisional, hingga aneka minuman segar untuk melayani ribuan pengunjung yang terus berdatangan. Ramainya aktivitas jual beli membuat banyak pelaku UMKM mampu menghabiskan stok dagangan lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah seorang pelaku UMKM, Deni, mengaku kegiatan nobar memberikan dampak positif terhadap penjualannya. Banyaknya masyarakat yang hadir membuat omzet penjualan meningkat signifikan dibandingkan hari normal.
“Menurut saya, TVRI sangat berkontribusi untuk masyarakat, terutama untuk UMKM sangat membantu, bahkam memberikan ruang secara gratis bagi UMKM. Ini tentunya meningkatkan penghasilan pelaku UMKM.” Ujar Deni.
Menurut Deni, kegiatan publik berskala besar seperti nonton bareng menjadi peluang yang sangat dinantikan para pedagang karena mampu meningkatkan jumlah pembeli sekaligus memperkenalkan produk kuliner lokal kepada masyarakat.
Kemeriahan nonton bareng final Piala Dunia 2026 di TVRI Bali membuktikan bahwa kegiatan publik tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran ribuan penonton mampu menggerakkan roda perekonomian melalui peningkatan transaksi UMKM, sekaligus memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Melalui kegiatan ini, TVRI Bali kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyajikan tayangan berkualitas, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (red)






