Dewan Bangli: Bekas Kantor OPD Rusak Pemandangan Kota

BANGLI, Breaking-news.co.id |  Gedung bekas kantor – kantor instansi pemerintah di Kabupaten Bangli yang rusak dan dibiarkan terbengkalai disoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli.Dituding gedung bekas kantor dimaksud merusak pemandangan kota dan memberi kesan kumuh.

Anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar, IBM. Santosa, Jumat (8/5-2026) ketika dimintai tanggapan tentang terbengkalainya bangunan exs kantor OPD tersebut memberikan sorotan terhadap kondisi gedung bekas kantor OPD dimaksud. Santosa mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berencana untuk membahas persoalan itu melalui rapat kerja, namun masih menunggu jadwal. ” Kami sudah usulkan untuk segera dilakukan rapat kerja menyikapi soal ini tetapi pimpinan belum membuatkan jadwal rapat kerja, itu kondisinya merusak pemandangan kota dan memberi kesan kumuh”, ujar politisi asal Desa Demulih, Kecamatan Susut ini. Meskipun dia belum memiliki data seberapa banyak jumlah gedung yang tidak lagi digunakan karena sudah berpindah tempat, namun pihaknya tidak tinggal diam terhadap hal itu, sebelum berdampak lebih buruk.

Bacaan Lainnya

Karena masyarakat banyak yang berandai-andai bahwa tempat tersebut bukan tidak mungkin untuk dijadikan tempat yang aneh- aneh, ketika diberi ruang atau stimulus” Itu gedung bekas kantor ya, kok seperti rumah hantu, kok tidak dibongkar saja kalau sudah tidak digunakan, itu merusak pemandangan dan bukan tidak mungkin dijadikan tempat aneh- aneh semisal saat ada keramaian pada malam hari”, keluh netizen saat duduk santai sudut alun- alun Bangli, Senin lalu.

Dari pantauan gedung bekas kantor yang kondisinya rusak yakni bekas kantor Disbudpar sebelah sebelah selatan alun- alun Bangli, kemudian bekas kantor Bappeda, barat laut alun- alun Bangli.Rumput alang- alang di depannnya acapkali menambah kesan kumuh, karena konon tidak menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk membersihkan rumput tersebut. Namun ketika disoroti media, toh akhirnya Kadis LH, Putu Ganda mau menurunkan personil kebersihan. Gedung Gapensi juga terbengkalai seiring tidak eksisnya lagi lembaga yang menjadi mitra pemerintah tersebut.

Di sisi lain Santosa ketika menjawab pertanyaan soal banyaknya restoran di Kintamani yang rusak dan merusak pemandangan serta memberi kesan pesimisne suatu daerah seperti sorotan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika (saat itu) menurut Santosa perlu dipelajari faktor penyebabnya. ” Kalau soal bangunan milik swasta yang terlantar terutama di Penelokan Kintamani harus dipelajari akar masalahnya dan kalau bisa dicarikan solusi agar mereka bisa bangkit lagi dan melakukan kegiatan bisnis di tempat miliknya. Kasihan mereka sudah investasi akhirnya harus mangkrak”, ujarnya.

Muncul dugaan sementara bahwa banyaknya restoran bangkrut tiada lain akibat sepinya kunjungan tamu terhadap restoran yang bertengger kiri jalan (arah kota Bangli- Kintamani). Turis lebih tertarik kunjungi restoran yang menyajikan pemandangan Danau/ Gunung Batur. Karena itu pembangunan restoran sebelah kanan tumbuh bagai jamur di musim hujan. Dahulu dilarang pembangunan bagi sebelah kanan, sekarang dibolehkan dengan bersyarat. (sum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *