BANGLI, Breaking-news.co.id | Anggota Komisi I DPRD Bangli dari Partai Golkar, IBM.Santosa, menyoroti proyek perbaikan ruas jalan Demulih menuju Bangunlemah, di Kecamatan Susut, yang disebut telah masuk dalam APBD 2025, namun hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan pelaksanaan.
Menurut politisi yang punya bisnis kopi ini, proyek tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat dengan nilai anggaran sekitar Rp. 2 miliar. Namun hingga kini belum ada realisasi proyek tersebut. Namun dalam pembahasan dan rapat kerja DPRD, anggaran tersebut disebut tidak lagi terlihat dalam pembiayaan yang dipaparkan pemerintah daerah.
“Ini menjadi pertanyaan karena sebelumnya sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Tetapi saat rapat kerja DPRD, ketika ditanyakan, pihak pemerintah belum memberikan jawaban yang jelas terkait keberadaan anggaran tersebut,” ujar Ida Bagus Made Santosa, Kamis (28/5/2026).
Ia melihat kondisi jalan tersebut saat ini memerlukan penanganan segera karena membahayakan pengguna jalan. Sejumlah warga, kata dia, disebut kerap mengalami kecelakaan akibat kerusakan di beberapa titik ruas jalan.

Politisi Partai Golkar itu meminta pemerintah daerah setidaknya melakukan penanganan sementara apabila proyek pengaspalan atau hotmix belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Kalau memang belum bisa dilakukan hotmix, minimal dilakukan penambalan di titik-titik yang rusak dengan anggaran pemeliharaan supaya masyarakat tidak terus menjadi korban kecelakaan,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait status anggaran dan kelanjutan proyek jalan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Santosa juga meminta agar pemerintah menaikkan anggaran pemeliharaan jalan kalau anggaran yang ada tidak cukup. ” Naikkan anggaran pemeliharaan jalan”, imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait hilangnya alokasi anggaran proyek Jalan Demulih–Bangunlemah dalam APBD 2025.(sum)





