Koster Tinjau Pura Pucak Tinggah Pascabencana, Bantuan Rp1 Miliar Langsung Digelontorkan

TABANAN, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster, turun langsung meninjau kerusakan Pura Pucak Tinggah yang ambruk akibat terjangan angin kencang di Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Senin (30/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani dampak bencana, khususnya terhadap fasilitas keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Koster menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar melalui BPBD Provinsi Bali untuk mempercepat proses rehabilitasi pura.

Bacaan Lainnya

Turut mendampingi dalam peninjauan itu Wakil Bupati Tabanan Made Dirga, BPBD Provinsi Bali, Ketua Fraksi PDIP yang juga anggota komisi I DPRD Bali Dr (C) I Made Supartha S.H., M.H., Ketua Fraksi PDIP yang juga komisi I DPRD Kabupaten Tabanan Putu Eka Putra Nurcahyadi dan Anggota DPRD Provinsi Bali serta Anggota DPRD Kabupaten Tabanan dan Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Koster menjelaskan, kerusakan Pura Pucak Tinggah terjadi setelah kawasan tersebut diterjang angin kencang yang menyebabkan sebagian bangunan pura mengalami kerusakan cukup parah. Ia pun meminta pengempon pura untuk segera mengajukan proposal rehabilitasi agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan.

“Untuk tahap awal, kami siapkan bantuan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar agar proses perbaikan bisa segera berjalan,” ujar Koster di lokasi.

Meski demikian, berdasarkan hasil dialog dengan pengempon setempat, kebutuhan anggaran diperkirakan masih lebih besar dari bantuan awal yang diberikan. Menyikapi hal itu, Koster membuka peluang adanya penambahan bantuan seiring dengan perkembangan pembangunan di lapangan.

“Nanti sambil berjalan, jika memang diperlukan tambahan, akan kami sesuaikan agar pembangunan bisa tuntas dan tidak memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Selain meninjau kerusakan pura, Gubernur juga menyempatkan diri melihat langsung dampak banjir di wilayah tersebut, termasuk kerusakan yang terjadi di SD Negeri 5 Banjar. Sekolah itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius setelah air banjir masuk hingga ke ruang-ruang kelas, mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pendidikan, bantuan juga disalurkan untuk mendukung perbaikan fasilitas sekolah agar kegiatan belajar dapat segera kembali normal.

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana, baik pada aspek keagamaan maupun pendidikan di wilayah Bali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *