Penyaluran Bantuan Beras di Tabanan Capai 90 Persen, 33.595 Keluarga Sudah Menerima

Foto : Perum BULOG Kanwil Bali Menyalurkan Bantuan Pangan pemerintah berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, salah satunya di Desa Candikuning, Desa Batunya, dan Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dan turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Bapak I Nyoman Adi Wiryatama S.Sos., M.Si., pada 10 September 2026.

TABANAN,Breaking-news.co.id | Penyaluran Bantuan Pangan pemerintah berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kabupaten Tabanan telah mencapai sekitar 90 persen. Dari total 37.097 Penerima Bantuan Pangan (PBP), sebanyak 33.595 penerima telah mendapatkan bantuan.

Program tersebut dipercepat pemerintah di tengah kondisi cuaca kering dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah. Bantuan pangan diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, program Bantuan Pangan di Provinsi Bali menyasar 302.397 PBP. Total beras yang dialokasikan mencapai 9.071.910 kilogram.

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap bulan alokasi. Dengan alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, masing-masing penerima berhak memperoleh total 30 kilogram beras.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, mengatakan realisasi penyaluran bantuan pangan di Bali secara keseluruhan telah mencapai sekitar 65 persen. Sementara di Kabupaten Tabanan, progres penyaluran sudah mendekati 90 persen.

“Realisasi penyaluran bantuan secara keseluruhan di Bali sudah 65 persen. Untuk seluruh kecamatan di Tabanan sudah hampir kurang lebih 90 persen,” kata Simon.

Menurut dia, percepatan penyaluran dilakukan melalui sinergi antara BULOG dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Langkah tersebut ditujukan agar bantuan segera diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

“Melalui sinergi bersama antara BULOG dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan dan memberikan bantuan beras kepada masyarakat agar ikut menikmati peningkatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Tabanan, Simon menyebut jumlah penerima bantuan mencapai sekitar 37 ribu PBP. Dengan alokasi tiga bulan, kebutuhan beras yang harus disalurkan mencapai sekitar 900 ton.

“Untuk di Kabupaten Tabanan akan disalurkan 37.079 PBP dikalikan tiga, kurang lebih 900 ton,” katanya.

Simon juga menyebut ketersediaan stok beras yang dikuasai BULOG Bali berada pada level yang dinilai memadai untuk mendukung penyaluran bantuan pangan. Ia mengatakan kondisi produksi pangan nasional turut mendukung ketersediaan beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.

“Dari sisi produksi sudah cukup berhasil. Saat ini stok yang dikuasai BULOG Bali hampir 5,4 juta ton,” ujarnya.

Di sisi lain, Anggota DPR RI Komisi IV, I Nyoman Adi Wiryatama, mengapresiasi pelaksanaan program Bantuan Pangan tersebut. Ia menegaskan penyaluran bantuan tidak cukup hanya mengejar jumlah realisasi, tetapi juga harus memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan.

Menurut Adi Wiryatama, pengawasan diperlukan agar bantuan beras seberat 10 kilogram per penerima setiap bulan dapat disalurkan secara berkesinambungan dan memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, serta dalam kondisi yang baik.

“Kami akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan bantuan pangan pemerintah berupa beras seberat 10 kilogram masing-masing kepala keluarga yang membutuhkan bisa terus berkesinambungan, sampai, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dengan kondisi yang baik dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Adi Wiryatama.

Ia menilai kehadiran bantuan pangan menjadi semakin penting karena masyarakat di sejumlah daerah tengah menghadapi kondisi kekeringan dan bencana. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan.

“Pemerintah akan terus berupaya tanpa henti untuk meringankan beban masyarakat. Saat ini situasi terus ada bencana dan mengalami kekeringan, sehingga pemerintah cepat hadir dan tanggap, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat agar bisa teratasi dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya tahan ekonomi rumah tangga sekaligus memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi. Dengan bantuan 30 kilogram untuk tiga bulan alokasi, penerima diharapkan dapat memperoleh tambahan cadangan pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Untuk Tabanan, masih terdapat sekitar 3.502 PBP yang belum menerima bantuan berdasarkan capaian sekitar 90 persen dari total 37.097 penerima. Karena itu, percepatan penyaluran masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan agar seluruh penerima yang telah ditetapkan memperoleh haknya sesuai alokasi.

BULOG bersama pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian distribusi hingga seluruh penerima di Tabanan dan wilayah Bali mendapatkan bantuan sesuai ketentuan. Pengawasan di lapangan juga menjadi penting untuk memastikan proses distribusi tidak berhenti pada capaian angka penyaluran, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat penerima manfaat.

Program Bantuan Pangan ini pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan distribusi beras, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat ketika menghadapi tekanan ekonomi, kekeringan, maupun dampak bencana. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *