TABANAN, Breaking-news.co.id | Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr (c) I Made Supartha, S.H., M.H., turun langsung menemui masyarakat dalam kegiatan reses yang berlangsung mulai Kamis, 1 Oktober 2026, hingga Jumat, 9 Oktober 2026, di sejumlah wilayah Kabupaten Tabanan.
Kegiatan reses tersebut menyasar masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kediri, Kecamatan Tabanan, dan Kecamatan Kerambitan. Kehadiran Made Supartha di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmennya untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Made Supartha, reses bukan sekadar agenda rutin kedewanan, melainkan momentum penting untuk membangun komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Melalui pertemuan langsung, ia berupaya memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menangkap harapan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Tabanan dan Bali secara umum.
Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, berbagai masukan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan penting dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Aspirasi tersebut juga menjadi pijakan untuk mendorong kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Menyerap Aspirasi, Menguatkan Perjuangan Rakyat
Made Supartha menegaskan, mendengarkan suara masyarakat merupakan bagian mendasar dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat diperlukan agar setiap kebijakan yang diperjuangkan tidak terlepas dari kebutuhan nyata warga.
“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk turun langsung, bertemu masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi harapan, kebutuhan, dan persoalan yang mereka hadapi. Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar didengar dan menjadi bagian penting dalam perjuangan kami di DPRD Bali,” ujar Made Supartha.
Ia menilai, komunikasi langsung dengan masyarakat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai persoalan di lapangan. Sebab, pembangunan yang baik tidak cukup hanya direncanakan melalui pembahasan di ruang rapat, tetapi juga harus berangkat dari pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan warga menjadi perhatian untuk dicermati dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, reses diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menyerap masukan, tetapi menjadi bagian dari proses memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui lembaga legislatif.
Membangun Bali dari Aspirasi Masyarakat
Sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Made Supartha memandang kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.
Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan di lingkungannya masing-masing. Oleh sebab itu, mendengarkan langsung suara warga menjadi langkah penting untuk memastikan arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Melalui reses di Kecamatan Kediri, Kecamatan Tabanan, dan Kecamatan Kerambitan, Made Supartha berupaya memperkuat jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan maupun penyusunan kebijakan di tingkat provinsi, sesuai skala prioritas dan kewenangan yang ada.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, merata, dan mampu menjawab tantangan di setiap wilayah.
Bagi Made Supartha, perjuangan politik pada hakikatnya harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada wakilnya di lembaga legislatif harus dijawab dengan kesediaan untuk mendengar, memahami, serta memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.
“Harapan kami, melalui reses ini, hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin dekat. Aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan perjuangan agar kebijakan dan program pembangunan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang kuat harus dimulai dari bawah, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dengan turun langsung ke tengah warga, Made Supartha berharap aspirasi masyarakat Tabanan dapat tersalurkan secara lebih efektif, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Bali yang lebih maju, berkeadilan, dan sejahtera.





