VW Tour Hubungkan Tanah Lot–Jatiluwih, Tabanan Bidik Peluang Titik Kumpul Wisata

Foto : Paket perjalanan menggunakan mobil Volkswagen (VW) yang menghubungkan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot dengan kawasan wisata Jatiluwih.

TABANAN,Breaking-news.co.id | Pengembangan konektivitas antardestinasi wisata di Kabupaten Tabanan mulai terlihat dari meningkatnya minat terhadap paket perjalanan menggunakan mobil Volkswagen (VW) yang menghubungkan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot dengan kawasan wisata Jatiluwih.

Paket perjalanan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan dengan memadukan pesona pesisir Tanah Lot dan panorama persawahan Jatiluwih dalam satu rangkaian perjalanan. Tren tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata Tabanan yang lebih terintegrasi, sehingga wisatawan dapat mengenal beragam daya tarik unggulan di wilayah ini.

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Tabanan, DTW Tanah Lot memiliki potensi untuk menjadi titik awal maupun tempat singgah bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menilai berkembangnya paket perjalanan lintas destinasi merupakan peluang positif bagi pariwisata daerah. “Menurut kami, konektivitas antardestinasi merupakan salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata di Tabanan. Tanah Lot memiliki potensi untuk menjadi titik temu bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain, termasuk Jatiluwih. Dilihat dari paket perjalanan seperti VW Tour sebagai salah satu bentuk inovasi pengalaman wisata yang menarik dan sejalan dengan gagasan Tabanan sebagai titik kumpul. Diharapkan, perkembangan ini dapat mendorong promosi antardestinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Selain pengembangan perjalanan lintas destinasi, upaya membangun pariwisata berkelanjutan juga diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada 17 Oktober 2026, kegiatan edukatif pelepasan tukik atau anak penyu dilaksanakan di Pantai Batu Mejan, kawasan Tanah Lot, melalui kolaborasi Asosiasi Kelompok Pelestarian Penyu Bali (AKKPB) bersama Talana Production, dengan dukungan pengelola DTW Tanah Lot. Sebanyak 150 tukik dilepas ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian penyu dan ekosistem pesisir.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kawasan wisata juga dapat menjadi ruang edukasi yang mempertemukan masyarakat, pelaku kegiatan, dan pengunjung untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, pengalaman berkunjung ke Tanah Lot juga didukung oleh beragam pilihan kuliner dan tempat untuk bersantai. Kawasan Sunset Terrace menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati kelapa muda sembari menyaksikan panorama matahari terbenam. Sajian lokal seperti rujak dan klepon turut melengkapi pengalaman wisata dengan cita rasa khas yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Keberadaan pilihan kuliner ini menjadi bagian dari upaya memperkaya aktivitas wisatawan, sehingga kunjungan ke Tanah Lot tidak hanya berfokus pada menikmati panorama alam dan budaya, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bersantai dan mengenal kekayaan kuliner lokal.

Rangkaian aktivitas tersebut memperlihatkan beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata Tabanan. Perjalanan VW yang menghubungkan Tanah Lot dan Jatiluwih menghadirkan peluang promosi antardestinasi, kegiatan pelepasan tukik memberikan nilai edukasi dan konservasi, sementara kuliner serta suasana matahari terbenam melengkapi pengalaman wisata. Kolaborasi antara pengelola destinasi, komunitas, pelaku usaha, dan penyedia perjalanan menjadi salah satu unsur penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat setempat.

Melalui penguatan konektivitas destinasi, dukungan terhadap kegiatan pelestarian lingkungan, serta pengembangan pengalaman berbasis potensi lokal, DTW Tanah Lot berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan pariwisata Tabanan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sejalan dengan gagasan Bupati Tabanan untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul, Tanah Lot diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung bagi wisatawan untuk mengenal lebih banyak destinasi, budaya, dan potensi daerah. Dengan demikian, promosi pariwisata tidak hanya memperkuat citra satu destinasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan dan kolaborasi antarpelaku pariwisata di Kabupaten Tabanan. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *