Magic Garden Genap Satu Tahun Hadirkan Delapan Pengalaman Edukasi Alam di Nuanu

Foto: Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City

TABANAN, Breaking-news. co. id | Magic Garden yang berada di dalam kawasan Nuanu Creative City merayakan ulang tahun pertamanya dengan menghadirkan delapan pengalaman baru berbasis alam. Dalam kurun satu tahun, fasilitas ini berkembang dari tiga menjadi delapan ruang interaktif yang berfokus pada ekologi, keanekaragaman hayati, dan pembelajaran regeneratif.

Bacaan Lainnya

Magic Garden merupakan bagian dari komitmen Nuanu Creative City yang mendedikasikan 70% lahannya sebagai ruang hijau dan habitat alami. Sejak dibangun pada 2024, lokasi ini menjadi pusat pembelajaran dan interaksi langsung dengan flora dan fauna, termasuk anggrek, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director, Nuanu Creative City.

“Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Pada tahun pertamanya, Magic Garden mempertahankan tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu 10 kali lebih tinggi dibanding alam liar, memperluas koleksi flora asli dan menjalankan program reforestasi Miyawaki.

Dari tiga fasilitas awal, yakni Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore, Magic Garden kini menambah lima ruang pembelajaran baru: Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park dan tampilan awal dari The Glow Project.

Inisiatif lingkungan turut digencarkan melalui pelepasliaran lebih dari 14.000 kupu-kupu, 30+ kerja sama dengan sekolah, dan ruang konservasi flora Bali yang terancam punah. Selain itu, Magic Garden telah menyelenggarakan 21 lokakarya seperti terrarium dan kokedama, serta menghadirkan pameran bertema Liana Reverie di Labyrinth Art Gallery.

Dalam perayaan ulang tahun pertamanya, Magic Garden memberikan cuplikan The Glow Project, sebuah pengalaman bioluminesen dan fluoresensi yang telah dikembangkan selama dua tahun. Proyek ini menampilkan 13 organisme bercahaya dan 31 spesies tanaman fluoresen.

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi. Mengelola proyek ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab kami bukan hanya merawat ruang tersebut, tetapi juga menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” kata Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden.

“Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka,” sambungnya.

The Glow Project akan dibuka resmi tahun 2026 dengan pengalaman malam hari seharga Rp250.000 per orang dan didampingi pemandu khusus.

Memasuki tahun kedua, Magic Garden menegaskan diri sebagai ruang belajar hidup yang menyatukan percakapan, kreativitas, dan pembelajaran berbasis komunitas. Momentum ulang tahun ini memperkuat peran Magic Garden dalam merawat keanekaragaman hayati serta menginspirasi masyarakat Bali untuk memahami alam melalui pendekatan interaktif dan menyeluruh. (kyn).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *