BANGLI, Breaking-news.co.id | Rapat kerja antara DPRD Bangli dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor DPRD Bangli, Senin (2/3) memantik sikap serius dewan atas menurunnya capaian pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 meski baru hanya di bulan Januari dan Februari 2026. Dikhawatirkan terjadi penurunan di tahun 2026 ini, karena telah tercermin dari hasil pungutan dalam dua bulan yang menunjukkan tren penurunan signifikan.
Di tengah kondisi daerah kabupaten yang menerima dana transferan dari pemerintah pusat yang menurun signifikan pemerintah kabupaten( Pemkab) Bangli berkomitmen untuk meningkatkan PAD baik dengan penggalian potensi baru dan mengintensifkan pungutan serta mengurangi kebocoran sehingga PAD dapat diharapkan meningkat seiring dengan kebutuhan belanja daerah. Namun faktanya dalam pungutan dua bulan saja sudah terlihat tren menurun. Terungkap juga bahwa tahun 2025 juga capaian PAD menurun. Bahkan dewan melihat penurunan terjadi setiap tahun. Tanpa menyebut angka, anggota DPRD Bangli dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika menyoroti menurunnya PAD. Hal ini mengusik perhatian DPRD Bangli.
Rapat gabungan komisi- komisi dengan OPD saat itu dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Hadir juga Wakil Ketua DPRD, I Komang Carles dan I Nyoman Budiada. Dari OPD yang ikut rapat kerja yakni, Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD), Dinas Kebudayaan Pariwisata, dan Pol PP. Sejumlah anggota DPRD serius menyoroti capaian PAD. Tanpa menyebut angka, atas capaian itu memunculkan dugaan adanya kebocoran atas pungutan retribusi tersebut.
DPRD Bangli serius menyikapi penurunan capaian PAD. Karena itu DPRD meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk melakukan penelitian untuk mencari tahu faktor penyebab turunnya capaian PAD, termasuk kemungkinan terjadinya kebocoran. Diharapkan juga merumuskan solusi cepat. Dalam rapat tersebut dewan mengungkapkan pihaknya bakal menjadwalkan uji petik retribusi pungutan pariwisata di Penelokan, Kintamani guna mengecek langsung pendapatan harian, karena meski dengan fakta kunjungan wisata ramai realisasi pendapatan justeru menurun.
Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, Puru Agus Muliawan, ST, MAP ketika dimintai komentarnya soal penurunan PAD via ponselnya, hanya memberi statemen yang singkat. Katanya capaian PAD secara umum justeru meningkat. Penurunan yang terjadi hanya pada OPD tertentu, dia memilih tidak mau mengomentari OPD lain karena dia rasa kurang etis. ” PAD meningkat malah, terjadi pwnurunan pada salah satu OPD, kami ga komentari soal itu”, ujar nya tanpa menyebutkan angka- angka capaian. (sum)





