DENPASAR, Breaking-news.co.id | Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Bali menegaskan tekad memperkuat pembinaan dan prestasi bola tangan menuju level nasional hingga internasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) ABTI Bali 2026 yang mengusung tema “Bersinergi, Berprestasi, Memajukan Bola Tangan Bali”, Jumat (14/8/2026).
Rakerprov yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Bali tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja pembinaan bola tangan Bali secara lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bidang Organisasi KONI Bali Gede Arga Kumara serta dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Gusti Ngurah Made Sinar Dharma Yasa.
Rakerprov diikuti jajaran Pengkab/Pengkot ABTI se-Bali, atlet, serta wasit Pengprov ABTI Bali. Keterlibatan seluruh unsur tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun ekosistem bola tangan yang kuat, tidak hanya dari sisi organisasi, tetapi juga pembinaan atlet, peningkatan kompetisi, kualitas pelatih dan profesionalisme perangkat pertandingan.
Sekretaris Umum Pengprov ABTI Bali, I Wayan Repiyasa, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama untuk membawa bola tangan Bali ke level yang lebih tinggi.
“Bersinergi merupakan langkah kami untuk menuju prestasi bola tangan di masa depan. Sinergi harus dibangun antar-Pengkab/Pengkot ABTI, pemerintah dan seluruh stakeholder bola tangan Bali. Kalau semua bergerak dalam satu visi dan satu tujuan, saya yakin bola tangan Bali akan mampu berkembang dan berbicara lebih banyak di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Menurut Repiyasa, Rakerprov bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh program pembinaan berjalan dengan arah yang jelas.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov ABTI Bali I Made Suparta menekankan bahwa keberhasilan meraih juara bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan untuk mengejar capaian yang lebih tinggi.
“Juara bukanlah tujuan akhir. Juara adalah titik awal untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Cita-cita saya suatu saat nanti adalah Bali mampu memperkuat Indonesia di kancah internasional. Saya ingin masyarakat berkata: Ini atlet bola tangan Indonesia dari Bali,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi besar ABTI Bali dalam membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berkualitas untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi perhatian dalam Rakerprov, mulai dari penguatan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kompetisi antarkabupaten/kota, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pemanfaatan sport science dan sport technology dalam proses pembinaan.
Selain itu, ABTI Bali mendorong semakin kuatnya kolaborasi antara Pengkab/Pengkot, klub, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah dan KONI. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar pembinaan tidak berjalan secara parsial dan mampu menciptakan sistem regenerasi atlet secara berkesinambungan.
Orientasi pembinaan pun tidak semata-mata mengejar medali. Lebih jauh, ABTI Bali ingin membangun fondasi olahraga yang mampu menghasilkan atlet, pelatih, wasit dan perangkat pertandingan berkualitas secara konsisten.
Melalui Rakerprov 2026, ABTI Bali ingin memastikan seluruh kekuatan bola tangan di Pulau Dewata bergerak dalam satu visi. Organisasi diperkuat, pembinaan ditingkatkan, kompetisi diperbanyak, kualitas sumber daya manusia terus diasah, dan atlet dipersiapkan untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Dengan semangat bersinergi dalam pembinaan dan berprestasi di arena, ABTI Bali menatap masa depan dengan target yang lebih besar: tidak hanya mengharumkan nama Bali, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu menjadi bagian penting dari kekuatan Indonesia di panggung bola tangan internasional.





