Bawaslu Tabanan Tanamkan Literasi Politik Dini, Dorong Generasi Muda Wujudkan Demokrasi Sehat dan Berintegritas

Foto : Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tabanan melalui kegiatan edukatif bagi kalangan pelajar, sebagai upaya menanamkan pemahaman demokrasi sejak usia dini Sabtu (7/3/2026).

SINGASANA, Breaking-news.co.id | Upaya menanamkan pemahaman demokrasi sejak usia dini terus dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tabanan melalui kegiatan edukatif bagi kalangan pelajar. Kali ini, Bawaslu Tabanan menggelar kegiatan kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa (Klompencapir) Pemilu dan Demokrasi yang melibatkan siswa di SMP Negeri 1 Tabanan pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh empat kelompok diskusi yang terdiri dari 12 siswa kelas IX. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif sekaligus kompetisi pengetahuan mengenai pemilu dan demokrasi.

Bacaan Lainnya

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan pengawasan partisipatif dengan pendekatan edukasi kepada generasi muda. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang penting untuk diberikan pemahaman politik yang sehat agar ke depan mampu menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman dasar tentang demokrasi dan pemilu kepada para pelajar sejak dini. Generasi muda harus memahami bahwa menjaga kualitas demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar Narta.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga babak kompetisi yang dirancang untuk menguji sekaligus memperdalam pemahaman mereka terkait kepemiluan dan demokrasi. Babak pertama yakni Amplop Soal, di mana setiap kelompok memilih amplop berisi pertanyaan terkait sistem pemilu, lembaga penyelenggara pemilu, serta prinsip-prinsip demokrasi.

Babak kedua bertajuk Benar atau Salah?, yang menguji ketelitian dan kecepatan berpikir peserta dalam menilai pernyataan seputar praktik demokrasi. Sementara pada babak terakhir, Cepat Tepat, siswa ditantang menjawab pertanyaan secara cepat untuk mengumpulkan poin tertinggi.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan kompetitif ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dilibatkan aktif dalam proses diskusi dan analisis.

Narta menambahkan bahwa kegiatan Klompencapir Pemilu dan Demokrasi merupakan salah satu cara kreatif untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap generasi muda Tabanan tidak hanya memahami apa itu pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga integritas demokrasi. Mereka adalah calon pemilih pemula yang akan menentukan masa depan demokrasi ke depan,” tegasnya.

Selain memberikan pengetahuan tentang sistem pemilu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sikap kritis dalam kehidupan berdemokrasi. Para siswa diajak memahami bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran politik yang baik serta berani menolak praktik-praktik yang merusak integritas pemilu.

Bawaslu Tabanan menilai pendidikan demokrasi kepada pelajar sangat penting, mengingat mereka akan segera memasuki usia pemilih dalam beberapa tahun ke depan. Dengan literasi politik yang baik, diharapkan para pelajar mampu menjadi generasi yang tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan serta lebih aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Melalui edukasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Dengan semakin meningkatnya literasi politik di kalangan pelajar, Bawaslu Tabanan optimistis masa depan demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas dapat terwujud, dimulai dari kesadaran generasi muda sebagai calon pemimpin dan pemilih di masa mendatang. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *