BRIDA Tabanan Gelar Bimtek Jaring Indah dan Road to IGA 2026, Targetkan Kabupaten Terinovatif

Foto : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jaring Indah (Jaringan Inovasi Daerah) sekaligus Road to Innovative Government Award (IGA) 2026 digelar di Ruang Rapat BRIDA Tabanan, Singasana, Rabu (25/2/2026).

TABANAN,Breaking-news.co.id | Upaya memperkuat ekosistem inovasi daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jaring Indah (Jaringan Inovasi Daerah) sekaligus Road to Innovative Government Award (IGA) 2026 digelar di Ruang Rapat BRIDA Tabanan, Singasana, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan para inovator daerah yang sebelumnya mengikuti Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana Tahun 2025. Selain sebagai ajang penguatan kapasitas inovator, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pemenuhan indikator Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa setiap pemerintah daerah memiliki kewajiban melaporkan inovasi kepada pemerintah pusat untuk selanjutnya dilakukan evaluasi nasional sebagai bagian dari penilaian indeks inovasi daerah.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, Kabupaten Tabanan tercatat memiliki 108 inovasi daerah dengan indeks inovasi 68,26 sehingga berhasil meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan status menjadi Kabupaten Terinovatif pada tahun 2026.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari komitmen kepemimpinan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga yang mendorong pembangunan daerah berbasis inovasi, kolaborasi, serta pelayanan publik adaptif melalui visi Tabanan Era Baru.

Kepala BRIDA Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Ariantha menegaskan bahwa target IGA 2026 merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah dan inovator.

“Target Kabupaten Terinovatif Tahun 2026 bukan sekadar capaian angka, tetapi cerminan dari Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, di mana inovasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut peserta juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai indikator penilaian IGA, termasuk tata cara pengisian aplikasi IGA serta kelengkapan dokumen pendukung. Indikator yang harus dipenuhi meliputi regulasi inovasi daerah, ketersediaan SDM pengelola inovasi, dukungan anggaran, integrasi inovasi dalam dokumen perencanaan daerah, hingga keterlibatan berbagai aktor seperti akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Selain itu, penguatan jejaring inovasi daerah melalui program Jaring Indah menjadi salah satu fokus utama, guna memastikan inovasi tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh inovator untuk menjaga semangat kolaborasi demi mencapai target bersama. “Kami mengajak para inovator Tabanan untuk bersama-sama bergerak, saling menguatkan jejaring inovasi, dan konsisten menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Kabupaten Tabanan mampu mewujudkan diri sebagai Kabupaten Terinovatif Tahun 2026,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap inovasi daerah dapat terus berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya untuk memenuhi indikator penilaian nasional, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *