TABANAN,Breaking-news.co.id | Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577 pada tahun 2026, suasana Kota Tabanan mulai dipenuhi nuansa khas Tionghoa. Ribuan lampu lampion berwarna merah menghiasi sejumlah titik strategis di pusat kota sebagai simbol harapan, penerangan jiwa, sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Tabanan.
Pemasangan lampion ini dilakukan oleh umat Tionghoa bersama Yayasan Kerta Yasa Tabanan sebagai tradisi tahunan dalam menyambut pergantian Tahun Baru Imlek. Total sebanyak 1.000 lampu lampion dipasang di berbagai lokasi, mulai dari tempat ibadah Vihara Konco, perbatasan Gapura Tabanan, hingga sepanjang jalan utama kota dan area taman kota.

Ketua Yayasan Kerta Yasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menjelaskan bahwa pemasangan lampion merupakan ciri khas dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek sekaligus memiliki makna spiritual bagi umat.
“Pemasangan lampion menjadi simbol suasana penyambutan Tahun Baru Imlek ke-2577 tahun 2026. Selain memperindah kota, lampion juga memiliki makna sebagai penerangan pikiran dan jiwa umat agar memasuki tahun baru dengan harapan yang lebih baik,” jelas Liem Surya Adinata.
Menurutnya, tradisi pemasangan lampion tidak hanya sebagai hiasan semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata menjaga keharmonisan antarumat beragama di Tabanan yang selama ini dikenal memiliki kehidupan sosial yang rukun dan saling menghormati.
“Lampion yang dipasang ini juga menjadi simbol persatuan dan toleransi masyarakat Tabanan yang sejak dulu terjaga dengan baik. Kami berharap suasana kebersamaan ini terus berlangsung dan semakin mempererat persaudaraan lintas agama,” tambahnya.
Selain pemasangan lampion, rangkaian perayaan Imlek juga akan diisi dengan kegiatan keagamaan. Umat Tionghoa di Tabanan akan melaksanakan persembahyangan malam pergantian tahun pada tengah malam di Vihara Konco. Selanjutnya, persembahyangan Tahun Baru Imlek akan dilaksanakan pada 16 Februari 2026 mulai pagi hari hingga selesai.
Perayaan ini diharapkan membawa keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi umat Tionghoa. Tidak hanya itu, momentum Imlek juga menjadi sarana memperkuat kerukunan antarumat beragama serta menjaga keharmonisan masyarakat di Kabupaten Tabanan.
Dengan gemerlap seribu lampion yang menghiasi kota, perayaan Imlek 2577 di Tabanan tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan persatuan, harapan baru, dan semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat. (kyn)






