Gubernur Koster Jajaki Ekspor 10.000 Ekor Sapi Bali ke Timor-Leste, Perluas Peluang Pasar Peternak

DENPASAR, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali Wayan Koster menjajaki peluang kerja sama perdagangan sapi Bali dengan Pemerintah Timor-Leste. Dalam penjajakan tersebut, potensi pasokan hingga 10.000 ekor sapi menjadi salah satu pembahasan, sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama peternakan yang saling menguntungkan bagi kedua wilayah.

Peluang kerja sama itu dibahas saat Koster menerima kunjungan Sekretaris Negara Peternakan, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MALFF) Timor-Leste, H.E. Mr. José Vieira de Araújo, Lic. CSH., Lic. Dir., MD., M.AP., di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Timor-Leste dalam menjajaki potensi kolaborasi di sektor peternakan, khususnya pemanfaatan sapi Bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor-Leste.

Dalam pembahasan awal, pihak Timor-Leste menyampaikan ketertarikan untuk memperoleh pasokan sapi dari Bali. Jumlah yang berpotensi dijajaki mencapai 10.000 ekor. Namun, angka tersebut masih membutuhkan verifikasi melalui pendataan dan kajian teknis untuk memastikan ketersediaan ternak yang memenuhi persyaratan perdagangan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya pendataan secara menyeluruh dengan melibatkan perangkat daerah dan pihak terkait. Pendataan mencakup jumlah sapi yang siap dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal ternak, hingga kondisi kesehatan hewan.

Langkah tersebut diperlukan agar rencana perdagangan didasarkan pada data yang akurat. Selain itu, ketersediaan sapi untuk ekspor juga harus memperhatikan kebutuhan peternak lokal serta keberlanjutan populasi sapi Bali.

Koster juga menegaskan bahwa peluang ekspor harus disertai kesiapan teknis dan pemenuhan seluruh ketentuan perdagangan internasional. Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan meliputi persyaratan kesehatan hewan, karantina, transportasi ternak, kapasitas pengiriman, serta kelengkapan administrasi.

Koordinasi dengan kementerian dan lembaga berwenang menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengiriman dapat berjalan sesuai regulasi Indonesia maupun Timor-Leste.

Tidak hanya berorientasi pada perdagangan ternak, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan sektor peternakan. Sejumlah bidang yang dapat dikolaborasikan antara lain pembibitan, peningkatan mutu genetik ternak, pengelolaan peternakan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan sistem peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Bali selanjutnya akan mendorong koordinasi teknis bersama Pemerintah Timor-Leste serta kementerian dan lembaga terkait untuk membahas kebutuhan ternak, potensi pasokan, persyaratan perdagangan, dan kesiapan fasilitas pendukung.

Penjajakan ekspor ini sekaligus membuka peluang bagi peternak Bali untuk memperluas pasar komoditas peternakan daerah. Di sisi lain, Timor-Leste berpeluang memperoleh dukungan pasokan sapi Bali guna memperkuat pengembangan peternakan dan ketahanan pangan.

Dengan demikian, rencana kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan awal, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kemitraan konkret yang memberikan manfaat ekonomi bagi peternak dan masyarakat di kedua wilayah. (Sur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *