TABANAN,Breaking-news.co.id | Memasuki hari keempat operasi pencarian korban terseret arus laut di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, tim gabungan terus mengintensifkan upaya penyisiran untuk menemukan I Komang Sastra (12), seorang anak yang dilaporkan hilang sejak Kamis (28/5/2026) sore.
Pencarian yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026) dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan menyisir sepanjang bibir pantai hingga kawasan perairan yang diduga menjadi jalur pergerakan korban akibat arus laut. Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Tabanan bersama jajaran personel Satpolairud yang terus melakukan pemantauan dan penyisiran secara intensif di sejumlah titik yang dianggap berpotensi.
Upaya pencarian ini menjadi bentuk respons cepat aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Selain melakukan penyisiran darat dan laut, petugas juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperluas cakupan area pencarian.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari personel Satpolairud Polres Tabanan, Basarnas Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Tabanan, aparat desa adat, nelayan setempat, serta keluarga korban. Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pencarian di tengah tantangan kondisi alam dan karakteristik arus laut di kawasan Pantai Yeh Gangga.
Kasat Polairud Polres Tabanan, AKP I Putu Sartika, S.H., M.H., seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat tetap berkomitmen melakukan pencarian secara maksimal hingga korban ditemukan.
“Memasuki hari keempat pencarian, kami bersama tim gabungan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan penyisiran di sepanjang pantai maupun wilayah perairan sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini korban memang belum ditemukan, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan,” ujar AKP I Putu Sartika.
Ia menjelaskan, kondisi arus laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Karena itu, koordinasi dan sinergi antarinstansi menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan operasi pencarian.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Basarnas, BPBD, aparat desa, nelayan, dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Sinergi ini sangat penting agar setiap potensi lokasi keberadaan korban dapat diperiksa secara menyeluruh,” tambahnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan pengunjung pantai, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir. Ombak dan arus laut yang terlihat tenang di permukaan dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.
Sementara itu, keluarga korban masih menaruh harapan besar agar I Komang Sastra dapat segera ditemukan. Tim gabungan pun terus bekerja tanpa henti dengan memperluas area penyisiran serta memantau perkembangan kondisi laut yang dapat memengaruhi proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus berlangsung. Aparat bersama seluruh unsur terkait berkomitmen melanjutkan upaya pencarian sampai membuahkan hasil. (kyn)






