1.020 Pelajar Tabanan Resmi Jadi PKS, Siap Jadi Pelopor Disiplin Berlalu Lintas

Foto : Kepolisian Resor (Polres) Tabanan melantik sebanyak 1.020 anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Lapangan Alit Saputra, Desa Delod Peken, Tabanan, Selasa (10/2/2026).

TABANAN, Breaking-news.co.id | Kepolisian Resor (Polres) Tabanan melantik sebanyak 1.020 anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Lapangan Alit Saputra, Desa Delod Peken, Tabanan, Selasa (10/2/2026). Ribuan anggota PKS yang terdiri dari siswa SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan ini diharapkan menjadi pelopor disiplin berlalu lintas, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Upacara pelantikan dipimpin langsung Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu sebagai inspektur upacara. Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa para anggota PKS akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan khusus dari Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam menjaga ketertiban lalu lintas.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu menjelaskan bahwa peran PKS tidak hanya sebatas simbolis, melainkan memiliki tanggung jawab nyata dalam membantu kelancaran arus lalu lintas di lingkungan sekolah.

“Selain menjadi pelopor, mereka nanti bertugas membantu agar lalu lintas di lingkungan sekolah menjadi lancar,” ujar AKBP I Putu Bayu.

Ia menambahkan, ilmu dan pelatihan yang diberikan kepada anggota PKS diharapkan dapat disebarluaskan kepada teman sebaya maupun lingkungan sosial. Edukasi mengenai tata cara berlalu lintas yang baik dan benar dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kalangan pelajar.

“Bukan hanya di sekolah, di rumah atau lingkungan sosial mereka bisa menularkannya. Sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan yang saat ini sudah banyak menelan korban jiwa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyoroti kebiasaan pelajar yang mengenakan pakaian adat saat berkendara menuju sekolah. Ia menekankan bahwa penggunaan helm tetap menjadi prioritas utama demi keselamatan, meskipun terdapat toleransi penggunaan atribut adat.

“Kami sudah berupaya dan memberi imbauan di sekolah, khusus berpakaian adat diberikan toleransi. Tapi mengingat helm jadi prioritas utama dalam berkendara, masyarakat yang menggunakan atribut pakaian adat dan segala macam, diupayakan helm tetap digunakan untuk keselamatan,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan anggota PKS dari SMAN 2 Tabanan, Keisha Kirana, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam PKS memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun kesadaran disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Menurutnya, PKS dapat menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keselamatan berkendara.

“PKS ini bisa menjadi contoh positif untuk generasi Gen Z,” ujar siswi kelas XI tersebut.

Melalui pelantikan ini, diharapkan keberadaan PKS mampu memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan pelajar menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib di Kabupaten Tabanan. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *