BADUNG, Breaking-news.co.id | Dewan Pimpinan Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (DPW NCPI) Provinsi Bali melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa, 10 Pebruari 2026.
Pertemuan audensi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata dalam mendorong investasi berkelanjutan di Bali.
Audiensi dihadiri Ketua DPW NCPI Bali 2026-2031 Agus Maha Usadha, Ketua BEIF 2026 Prof. Dr. I Nyoman Sunartha, Dewan Pelindung DPW NCPI Provinsi Bali Gede Wiratha, Dewan Pelindung DPW NCPI Provinsi Bali, I Ketut Ngastawa, Putu Sri Budani, Diah Suryandari, Ni Nyoman Oka Sukartini, IBG. Budi Hartawan, Nyoman Raka Adi Wijaya serta Ketua Bike Rental Dedek.
Gubernur Koster didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya dan Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara.
Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha menjelaskan, audiensi bertujuan mengundang Gubernur Bali untuk membuka pelantikan pengurus NCPI se-Bali yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk Mobilisasi Modal Investasi Hijau untuk Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di Bali International Hospital Convention Hall, KEK Sanur, Denpasar, Rabu, 18 Pebruari 2026 mendatang.
“Hari ini kami NCPI Bali beraudensi dengan Bapak Gubernur Bali terkait Pelantikan dan Seminar Bali Economy Investment Forum (BEIF) 2026 yang akan kami adakan di KEK Bali Hospital Sanur,” kata Agus Maha Usadha.
Agus Maha Usadha berharap Gubernur Koster tidak hanya membuka acara, tetapi juga menjadi pembicara utama yang memberikan arah pembangunan ekonomi Bali berbasis green development.
“Pak Gubernur Bali bisa memberikan wawasan tentang bagaimana Bali kedepan sebagai ujung tombak pariwisata melalui Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026. Pada prinsipnya, Pak Gubernur Bali menyatakan akan hadir di acara kami untuk memberikan arahan dan statement buat kita semua bagaimana Bali melangkah kedepan,” kata Agus Maha Usadha.
Sebagai Panitia National Committee for Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026, NCPI berperan sebagai platform koordinasi yang menghubungkan visi, kebijakan, dan peluang investasi strategis di Bali. Bahkan, tahun 2026 ini, forum mengusung tema Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045.
“Forum ini akan membahas peta jalan, tantangan, dan peluang konkret investasi berkelanjutan atau green investment dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” kata Agus Maha Usadha.
Dewan Pelindung DPW NCPI Provinsi Bali, Gede Wiratha menyebut Gubernur Koster mengapresiasi rencana kegiatan tersebut serta menyiapkan fondasi pembangunan Bali jangka panjang.
“Untuk itu, Gubernur Bali mempersiapkan segala insfratruktur yang menunjang pariwisata Bali, nanti tinggal dilanjutkan oleh penerusnya,” kata Gede Wiratha.
Sementara itu, I Ketut Ngastawa menegaskan seminar BEIF 2026 merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pariwisata dan investasi di Bali, terlebih ditengah meningkatnya arus investasi yang diiringi persoalan tata ruang dan perizinan di Bali akibat temuan Sidak Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali.
“Itu kan kasian juga. Dana investor yang dikeluarkan begitu banyak, tapi ternyata membangun di tempat yang tidak diperuntukkan dan bermasalah tata ruang serta perizinan,” paparnya.
Ketut Ngastawa juga menekankan pentingnya orientasi pembangunan yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Jadi, kecenderungan terakhir itu yang paling dominan muncul bukan membangun Bali, tapi membangun di Bali. Jika demikian ternyata benar, maka sesungguhnya hal itu tidak selaras dengan apa yang menjadi visi misi Gubernur Bali Wayan Koster, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegasnya.
Seminar nasional tersebut rencananya dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, pelaku pariwisata, akademisi, tokoh masyarakat, hingga investor. Lima narasumber kompeten akan dihadirkan dengan Tantowi Yahya sebagai moderator.
Kelima Narasumber dalam acara Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, S.E., M.B.A., Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara, S.Sos., M.Si., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, I Made Ariandi dan President Director PT. Swire Investment Indonesia, BIH KEK Bali Beach Sanur, Mr. Ainsley Mann.
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif rencana pelantikan pengurus NCPI se-Bali dan penyelenggaraan BEIF 2026, serta menyatakan kesiapannya untuk hadir membuka forum tersebut.
NCPI Bali sendiri merupakan organisasi yang fokus pada pengembangan sinergi sektor pariwisata dan UMKM, serta aktif mengawal isu digitalisasi dan tantangan industri kreatif di Bali. (Ks)





