DENPASAR, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali Wayan Koster melobi pemerintah pusat untuk mempercepat penguatan infrastruktur darat hingga laut di Pulau Dewata.
Upaya tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, saat menerima Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Gedung Jayasabha, Denpasar, Rabu, 11 Pebruari 2026.
Pertemuan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster serta Ny. Ninuk Mardiana Estilistiati Pambudy itu dimanfaatkan untuk membahas dukungan pusat terhadap pembangunan infrastruktur strategis Bali.
Dalam paparannya, Gubernur Koster menyampaikan capaian ekonomi Bali tahun 2025 berdasarkan data BPS Provinsi Bali. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,82 persen, naik dari 5,48 persen pada 2024. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi Rp72,66 juta, dari sebelumnya Rp67,32 juta.
Selain capaian ekonomi, Koster menegaskan fokus pembangunan saat ini diarahkan pada pemerataan infrastruktur di sejumlah wilayah. “Saat ini, kami fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan dan lainnya. Ini bertujuan untuk pemerataan,” ujarnya.
Gubernur Koster juga mengaku telah lebih dulu menemui Menteri Pekerjaan Umum untuk mendapatkan dukungan lanjutan. “Saya mohon Pak Menteri mendorong agar lebih mantap lagi,” harap Gubernur Bali dua periode.
Salah satu proyek penting yang membutuhkan kepastian adalah keberlanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 kilometer.
“Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” cetusnya.
Di sektor transportasi laut, Gubernur Koster mendorong peningkatan kapasitas Pelabuhan Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba guna mengurangi beban logistik di jalur darat.
“Sementara untuk Bali Timur bisa ditangani di Pelabuhan Amed atau Kusamba,” imbuhnya.
“Ini akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi akibat tingginya mobilitas angkutan logistik,” tambahnya.
Ia juga meminta dukungan peningkatan fungsi Pelabuhan Pengambengan yang dikenal sebagai pelabuhan ikan.
Bappenas Prioritaskan Infrastruktur Bali
Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Bali Wayan Koster.
“Ini adalah kunjungan ke dua saya ke sini dan merupakan kehormatan bagi kami. Apalagi Ibu Putri juga turut mendampingi,” paparnya.
Pambudy menegaskan komitmen pemerintah pusat mendukung kemajuan Bali karena posisinya strategis bagi Indonesia.
“Bali ini kita ibaratkan cermin Indonesia. Mau bagus maupun tidak bagus,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster memastikan pengembangan infrastruktur Bali akan menjadi prioritas, mencakup darat, laut, udara, hingga digitalisasi.
“Bukan hanya darat dan laut, udara juga. Termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu, Pambudy bahkan langsung menghubungi sejumlah menteri terkait sebagai bentuk keseriusan dukungan.
Selain infrastruktur, Gubernur Koster menekankan pentingnya sektor pertanian yang terbukti menopang ekonomi Bali saat pandemi Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan pengembangan pertanian organik dan budidaya bawang putih lokal menjadi prioritas.
“Kami tengah gencar mengembangkan pertanian organik,” ungkapnya.
“Pangan kita surplus, hanya bawang putih yang masih tergantung dari luar. Ini jadi perhatian kami,” imbuhnya.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN Eka Chandra Buana menambahkan sejumlah proyek Bali telah masuk agenda nasional, termasuk kelanjutan Tol Gilimanuk-Mengwi, rencana LRT, hingga skema bandara baru. “Ada LRT, untuk bandara baru masih dalam tahap skema,” ujarnya.
Sementara itu, Putri Koster berharap Bali dapat menjadi super hub pemasaran produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata berupa kain tenun endek dari Gubernur Bali, buku dan kopi dari Menteri Pambudy, serta tas anyaman ate dan tas kulit berukir khas Bali dari Putri Koster kepada Ny. Ninuk Pambudy. (red).





