Bukan Sekadar Seremonial, Koster Kukuhkan Kader Jembrana Jadi Penjaga Haluan Bali Era Baru

JEMBRANA, Breaking-news.co.id | Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, resmi mengukuhkan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Jembrana masa bakti 2025-2030 di Gedung Kesenian Dr Ir Soekarno, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 24 Maret 2026.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh partai, di antaranya Ketua DPRD Bali sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali Dewa Made Mahayadnya, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali I Made Supartha, serta Bupati Jembrana sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari perjuangan partai.

“Saudara-Saudara yang dikukuhkan pada hari ini adalah ujung tombak perjuangan partai ditengah masyarakat, yang akan terus menjaga ideologi partai, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menggerakkan rakyat dengan semangat menyama braya, kebersamaan, dan gotong royong,” terangnya.

Wayan Koster juga mengingatkan seluruh kader untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai fondasi pembangunan Bali.

“Dengan semangat tersebut, perjuangan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Bali harus selalu selaras dengan cita-cita besar menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali sebagaimana visi: “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI”, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang demi Nindihin Gumi Bali,” paparnya.

Wayan Koster juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Bali yang dinilai menjadi yang pertama dan tercepat di Indonesia hingga ke tingkat akar rumput.

“Saya bangga dan bahagia mengukuhkan Saudara menjadi pengurus dan pemimpin partai. Jadilah putra-putri terbaik yang memimpin partai dalam mengabdi kepada tanah air, bangsa, dan negara di wilayah masing-masing,” kata Koster di hadapan ribuan kader.

Tekankan Integritas Kader dan Semangat Jasmerah

Dalam arahannya, Wayan Koster kembali mengingatkan pentingnya integritas kader dengan mengutip pesan Proklamator Sukarno melalui slogan “Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”.

“Kader harus menjadi teladan, figur pemersatu, dan personal yang dirindukan masyarakat. Sebaliknya, tidak boleh melanggar norma, tidak boleh sombong, serta haram hukumnya serakah, korupsi, hingga terlibat narkoba dan judi yang merugikan rakyat,” tegas politisi asal Desa Sembiran tersebut.

Kawal Pembangunan Bali 100 Tahun

Wayan Koster juga menekankan pentingnya peran kader dalam mengawal visi pembangunan jangka panjang Bali.

Wayan Koster meminta seluruh struktur partai menyelaraskan kerja organisasi dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125). Kader diharapkan aktif dalam pengentasan masyarakat rentan, menjaga lingkungan, serta mendorong kedaulatan pangan dan penggunaan produk lokal.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyinggung perjalanan panjang partai hingga dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

“Jadi, ini perjalan sejarah panjang PDI Perjuangan, hingga pada akhirnya Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum dan saya harap para kader memberikan semangat penuh dan rasa tanggungjawab kepada partai kita PDI Perjuangan. ujarnya.

Made Kembang optimistis semangat kader di Jembrana akan membawa kemenangan kembali bagi partai.

“Semangat tinggi kader sepertinya ini perjalanan kita akan kita ulang kembali dan akan menang kembali” imbuhnya

Senada dengan itu, I Made Supartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader atas kerja kolektif yang dilandasi semangat gotong royong.

“Pertama-tama, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia serta seluruh kader Partai yang telah bekerja sama dengan penuh semangat gotong royong,” kata Made Supartha.

Made Supartha menegaskan bahwa posisi pengurus bukan sekadar jabatan, melainkan amanah perjuangan.

“Penetapan ini bukanlah sekadar jabatan struktural, melainkan amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi kepada Partai dan rakyat,” tegasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *