Aksi Humanis Gubernur Koster: Temui dan Biayai Sekolah Anak-Anak Tangguh di Jayasabha

DENPASAR, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda dengan menerima tiga anak asal Desa Madenan, Kabupaten Buleleng, dan Desa Satra, Kabupaten Bangli, di Jayasabha, Denpasar, Minggu, 8 Pebruari 2026.

Ketiga anak tersebut yakni Gede Yuda Saputra dan Putu Tirta, siswa SMP asal Desa Madenan, Buleleng, serta Made Arta Dwiputra, siswa sekolah dasar asal Desa Satra, Bangli. Mereka dikenal sebagai anak-anak yang sehari-hari bekerja harian membantu di pertashop demi menopang kehidupan keluarga.

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini bermula dari momen kebetulan ketika Gubernur Koster berjumpa dengan mereka sepulang bersembahyang di kampung halaman di Sembiran, Buleleng. Saat melintas di Madenan dan Satra, ia terkejut melihat anak-anak usia sekolah sudah bekerja sebagai petugas harian di pertashop.

“Saya heran, kok anak-anak masih kecil sudah bekerja. Saya turun dari mobil, saya sapa langsung,” kata Gubernur Koster.

Dari perbincangan singkat tersebut, diketahui ketiganya kini tinggal bersama kakek dan nenek setelah orang tua berpisah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka harus bekerja sambil tetap bersekolah.

Dalam suasana hangat di Jayasabha, Gubernur Koster juga menggali cita-cita mereka.

Salah satu anak mengungkapkan keinginannya bekerja di luar negeri, seperti di kapal pesiar atau ke Jepang. Saat ditanya prestasi akademik, dua di antaranya menyebutkan nilai matematika 87 dan 83, yang menunjukkan potensi akademik yang baik.

Mendengar hal itu, Gubernur Koster menyatakan komitmennya membantu pendidikan mereka secara serius dan berkelanjutan melalui biaya pribadi, termasuk kebutuhan pendukung seperti buku pelajaran, pakaian sekolah, dan perlengkapan lainnya.

“Nanti pendidikan saya komitmen untuk biayai, dari SMP sampai SMA atau SMK. Harus semangat supaya bisa capai cita-cita. Kalau bisa bekerja sambil sekolah atau kuliah, disiplinkan diri dan rajin belajar,” tegasnya.

Ia menegaskan dukungan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Satu Keluarga Satu Sarjana, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan hingga perguruan tinggi.

Selain bantuan pendidikan, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan sembako bagi keluarga ketiga anak tersebut sebagai dukungan sosial jangka pendek.

Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *