Aksi “Ngempu Pesisir” di Tahura Ngurah Rai, Pokja Pemprov Bali Apresiasi Kolaborasi Warga dan Sungai Watch

BADUNG, Breaking-news.co.id | Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Perusakan Ekosistem Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi bersih-bersih kawasan Pesisir dan Hutan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (28/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Ngempu Pesisir” ini melibatkan kolaborasi antara organisasi lingkungan Sungai Watch, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, serta elemen masyarakat lokal yang bergerak membersihkan sampah plastik di area vegetasi mangrove dan pesisir pantai.

Perwakilan Tim Komunikasi Gubernur Bali sekaligus Pokja Penanganan Perusakan Ekosistem, I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., menyatakan bahwa gerakan kolaboratif ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga ruang ekologis Pulau Dewata.

“Pemerintah sangat mendukung dan mengapresiasi kolaborasi sinergis ini. Inisiatif seperti ini sangat krusial untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam merawat (ngempu) wilayah pesisir serta ekosistem mangrove,” ujar Eka Mahardhika di sela-sela aksi.

Ia menjelaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup merupakan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. Semangat gotong royong dalam aksi ini dinilai sejalan dengan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Upaya pelestarian ini adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan Bali, sehingga visi Gubernur Bali dapat terwujud nyata secara berkelanjutan dan bertransformasi menjadi gerakan adaptif di seluruh kalangan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan dari Sungai Watch, Made Bagiasa, menyampaikan bahwa para peserta dan relawan bergotong-royong memilah serta mengangkat sampah plastik yang tersangkut di perakaran mangrove guna memulihkan fungsi ekosistem.

“Dukungan penuh dari masyarakat lokal dan mahasiswa Poltekpar Bali sangat membantu kelancaran aksi pembersihan mangrove hari ini,” ungkap Bagiasa.

Melalui dukungan Pokja Pemprov Bali, gerakan berbasis akar rumput “Ngempu Pesisir” ini diharapkan menjadi pemantik bagi kawasan pesisir lainnya di Bali untuk terus menjaga kesucian serta kelestarian lingkungan pesisir secara konsisten.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *