Pohon Tumbang Timpa Gudang SMPN 2 Baturiti, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

Foto : Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan di lokasi Pohon Leci Tumbang menimpa bagian gudang sekolah di area SMP Negeri 2 Baturiti, Desa Kukuh Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (1/9/2026).

TABANAN,Breaking-news.co.id | Sebuah pohon jenis leci tumbang dan menimpa bagian gudang sekolah di area SMP Negeri 2 Baturiti, Desa Kukuh Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (1/9/2026). Pohon tersebut roboh diduga akibat kondisi akar yang mengalami pelapukan.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga setempat kepada pihak terkait sekitar pukul 07.00 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan di lokasi.

Bacaan Lainnya

Tim yang diterjunkan terdiri atas personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 BPBD Kabupaten Tabanan. Penanganan juga melibatkan Kasi Trantib Kecamatan Baturiti serta staf sekolah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai pohon tumbang yang mengenai bangunan sekolah.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mempersiapkan armada dan sarana prasarana yang dibutuhkan, kemudian mengarahkan personel Pusdalops dan TRC Regu 3 menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Srinadha Giri.

Menurut dia, pohon tumbang tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas di sekitar sekolah, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada salah satu bagian bangunan yang digunakan sebagai gudang.

Dari hasil penanganan di lapangan, pohon diketahui tumbang karena bagian akarnya mengalami pelapukan. Kondisi tersebut membuat pohon kehilangan kekuatan penopang hingga akhirnya roboh dan menimpa bangunan yang berada di bawah area sekolah.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan mengenai warga atau siswa yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Kerusakan terbatas pada bagian bangunan gudang sekolah yang tertimpa pohon.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Kerusakan terjadi pada salah satu bangunan di area sekolah. Untuk nilai kerugian, setelah dilakukan pengecekan diperkirakan kurang lebih Rp10 juta,” kata Srinadha Giri.

Petugas BPBD kemudian melakukan proses evakuasi dan pembersihan material pohon yang tumbang. Pemotongan bagian-bagian pohon dilakukan agar material tidak lagi membahayakan lingkungan sekitar dan aktivitas sekolah dapat kembali berlangsung normal.

Proses pembersihan berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Seluruh kegiatan penanganan dilaporkan berjalan dengan baik dan selesai setelah material pohon yang menimpa gudang berhasil dievakuasi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi pohon di sekitar fasilitas publik, termasuk lingkungan sekolah, perlu diperiksa secara berkala. Pelapukan akar yang tidak terlihat dari permukaan dapat mengurangi kemampuan pohon untuk berdiri kokoh, terutama ketika terjadi kondisi lingkungan yang memengaruhi kestabilan tanah atau struktur pohon.

BPBD Kabupaten Tabanan mengimbau pengelola fasilitas umum dan masyarakat untuk memperhatikan kondisi pohon yang berada di sekitar bangunan, jalan, maupun area yang banyak digunakan masyarakat. Pohon dengan kondisi batang, dahan, atau akar yang menunjukkan tanda kerusakan perlu diperiksa dan ditangani untuk mengurangi risiko tumbang.

Dengan tidak adanya korban dalam kejadian ini, penanganan lebih difokuskan pada evakuasi pohon dan pembersihan lokasi serta pendataan kerusakan bangunan. Nilai kerugian sementara ditaksir sekitar Rp10 juta. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *