Dewan Bangli Minta Agar MBG Buka Pintu Bagi UMKM Lokal

BANGLI, Breaking-news.co.id |  Anggota DPRD Bangli, I Made Joko Arnawa meminta agar dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangli dapat membuka pintu bagi pengusaha lokal, artinya lebih memanfaatkan produk- produk UMKM atau produk petani lokal, untuk menggairahkan perekonomian Kabupaten Bangli.

Kepada awak media di Bangli, Senin (22/6-2026) menjawab pertanyaan tentang MBG, politisi Partai Gerindra ini berharap dapur- dapur MBG di daerah agar lebih memberi peluang masuk bagi produk lokal, dengan harapan untuk terjadinya sirkulasi perekonomian lokal lebih bergairah. Dia tak ingin setelah ada MBG justeru UMKM dan petani setempat hanya menjadi penonton. Kepada petani dan UMKM dia berharap agar jeli melihat peluang atau kebutuhan dapur MBG.Diharapkan petani agar tidak latah, namun agar mampu manyajikan keanekaragaman komoditi, sesuai kebutuhan MBG. Dia bangga Bangli memiliki wilayah yang cocok dengan bawang dan cabai, dan jeruk, ini tentu sebagai peluang yang sangat baik untuk dibawa ke dapur MBG, apalagi kualitas bawang Kintamani dan jeruk Kintamani dari sisi kualitas rasa tak kalah saing. Bagi daerah lain dengan potensi yang dimiliki agar menangkap kebutuhan dapur MBG yang belum terlayani, sehingga dapat merasakan manfaat dari kehadiran dapur MBG.

Bacaan Lainnya

Joko mengaku telah mendengar kalau petani-tani di dekat dapur MBG sudah banyak yang mampu memproduksi hasil pertanian sesuai kebutuhan dapur MBG. Dengan demikian MBG pun bisa mendapatkan bahan makanan segar karena jarak yang dekat.

Di tempat terpisah, pemilik dapur MBG di Dusun Penida, Tembuku, Bangli, I Komang Wiarsana (Jro Gibran) kepada wartawan mengungkapkan bahwasannya belakangan ini pihaknya sudah banyak mengambil bahan makanan dari petani setempat. Itu memang menjadi harapan dirinya sejak awal mendirikan dapur MBG ” Petani lokal kini sudah ada yang berpatisipasi, jual sayur dan cabe”, ujar Jro Gibran panggilan akrab pria asal Dusun Penida, Tembuku ini. Dia berharap ke depan semakin banyak petani yang memproduksi sayur dan buah”, imbuhnya sembari menambahkan mengambil sayur lokal akan bisa mendapatkan sayur lebih segar.

Atas jawaban pemilik dapur MBG tersebut tentu mementahkan isu bahwasannya masyarakat masih belum mendapatkan manfaat nyata dari kehadiran dapur MBG yang nota bena merupakan program presiden RI, Prabowo Subianto,meski program tersebut masih menjadi prokontra.(sum).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *