JAKARTA, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan secara komprehensif arah pembangunan Pulau Dewata dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, Rabu (8/4/2026).
Dalam forum yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, tersebut, Koster menegaskan posisi strategis Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia sekaligus penyumbang utama devisa nasional. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 16,3 juta orang, dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap devisa pariwisata Indonesia.
Namun, di balik capaian itu, Bali menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, krisis air bersih, kemacetan, hingga ancaman terhadap kelestarian budaya dan lingkungan.
Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain pengelolaan sampah berbasis sumber, penyediaan air bersih dari berbagai bendungan strategis, pengembangan energi bersih, hingga pembangunan infrastruktur darat dan laut.
Selain itu, proyek strategis seperti jalan nasional, pelabuhan logistik, hingga keberlanjutan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi menjadi fokus utama yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui APBN mulai tahun 2027.
Merespons hal tersebut, Komisi V DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Bali. DPR juga meminta kementerian terkait untuk mengakomodasi seluruh usulan strategis Pemerintah Provinsi Bali, termasuk penanganan abrasi, banjir, sampah, serta peningkatan konektivitas wilayah.
Keputusan rapat yang ditandatangani bersama antara DPR RI, kementerian terkait, dan Gubernur Bali menegaskan komitmen sinergi lintas sektor dalam menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.(red)





