BANGLI, Breaking-news.co.id | Kabupaten Bangli menawarkan secercah harapan di tengah krisis sampah yang menghantui Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, dengan tegas menyatakan kesiapan TPA Landih untuk menampung sampah dari dua wilayah tersebut. Namun, ada syarat ketat yang harus dipenuhi demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan pariwisata Bali.
Pernyataan ini disampaikan Putu Ganda pada [Tanggal: 5 Januari 2026], menyusul kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke TPA Landih dan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Provinsi Bali.
“Kami tidak menutup mata terhadap permasalahan sampah yang dihadapi Denpasar dan Badung. Sebagai sesama warga Bali, kami merasa terpanggil untuk membantu. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada rakyat Bali,” ujar Putu Ganda dengan nada tulus.
Namun, Putu Ganda menekankan bahwa bantuan ini tidak bisa diberikan tanpa persiapan yang matang. TPA Landih harus direvitalisasi terlebih dahulu agar memenuhi standar pengelolaan sampah yang ditetapkan.
“Sarana dan prasarana kami masih terbatas. Alat berat minim, kolam lindi belum optimal, dan akses jalan perlu diperbaiki. Revitalisasi ini mutlak dilakukan agar TPA Landih tidak menjadi bom waktu bagi lingkungan,” jelasnya.
Selain revitalisasi, Putu Ganda juga menegaskan bahwa hanya sampah residu yang boleh dikirim ke TPA Landih. Sampah organik dan anorganik harus dipilah dan diolah di sumbernya masing-masing.
“Kami ingin memastikan bahwa TPA Landih tidak menjadi tempat pembuangan sampah bercampur aduk. Pengelolaan sampah harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tegas Putu Ganda.
Pemkab Bangli juga akan menyusun perjanjian kerja sama (PKS) yang jelas dengan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. PKS ini akan mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk sistem pengiriman sampah, kompensasi finansial bagi Bangli, serta jaminan bahwa pengelolaan sampah akan dilakukan sesuai standar.
“Kami berharap, dengan kerja sama ini, masalah sampah di Bali bisa teratasi secara komprehensif. Ini adalah demi kemanusiaan, demi kebersihan lingkungan, dan demi keberlangsungan pariwisata Bali,” pungkas Putu Ganda dengan penuh semangat.(sum)





