Stok Darah Terbatas, Dewan Dorong Langkah PMI Tingkatkan Tabungan Darah

BANGLI, Breaking-news.co.id | DPRD Bangli angkat bicara atas kondisi stok darah yang sering mengalami keterbatasan di Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli hingga menjadi momok dalam penanganan kasus pasien darurat.

Anggota Komisi I DPRD Bangli, Dewa Agung Suamba Adnyana kepada awak media, Sabtu (27/3/2026) mengungkapkan bahwasannya ketersediaan darah menjadi hal amat penting dalam penanganan kasus pasien darurat. ” Urusan darah itu urusan nyawa, ini mesti dilihat sebagai hal serius dalam penanganan, karena itu kami harap PMI Bangli dapat meningkatkan rutinitas dan intensitas donor serta senantiasa memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwasannya dengan berdonor justeru tubuh menjadi sehat karena metabolisme tubuh menjadi baik”, ujar politisi yang mengaku sudah 42 kali berdonor darah. PMI diharapkan terus ambil langkah- langkah agar kondisi itu tidak terus terjadi yang bakal berdampak buruk bagi upaya pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien gawat (pasien kekurangan darah) hingga berakibat fatal. Pihaknya juga memberi apresiasi atas langkah yang telah diambil PMI.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Ketua PMI Bangli yang juga Wabup Bangli, Wayan Diar mengakui kalau PMI mengalami keterbatasan stok darah pada saat tertenru. Antara kebutuhan darah dan stok darah terkadang tidak seimbang. “Saat ini, ketersediaan darah di PMI Kabupaten Bangli rata-rata berkisar sesuai stok harian yang tersedia, sedangkan kebutuhan darah cukup fluktuatif tergantung permintaan dari rumah sakit. Secara umum, kebutuhan darah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pendonor yang datang secara rutin, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih terjadi kekurangan, khususnya untuk golongan darah tertentu”, ujar Ketua PMI asal Desa Belantih, Kintamani ini.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan kekurangan darah ungkap Diar yakni adanya kekhawatiran masyarakat untuk donor darah, seperti takut lemas atau berdampak pada kesehatan.
Dan juga kondisi tertentu seperti hari libur panjang, cuaca, dan kegiatan masyarakat yang mempengaruhi jumlah pendonor.
Selain itu tidak semua pendonor memenuhi syarat kesehatan saat dilakukan skrining. Satu sisi terjadi kelonjakan permintaan salah satu golongan darah dirumah sakit sehingga kekurangan stock.

“Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Kabupaten Bangli telah dan akan terus melakukan langkah-langkah strategis”, imbuhnya sembari menyebutnya seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa donor darah aman dan tidak menyebabkan tubuh menjadi lemas. PMI mengoptimalkan kegiatan donor darah sukarela melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta, sekolah, dan komunitas.
membentuk dan memperkuat kelompok donor darah sukarela di masing-masing kecamatan/desa dengan program GEMA SADIA BISA melakukan sistem jemput bola melalui kegiatan donor darah keliling (mobile unit). Dan memanfaatkan media sosial untuk kampanye pentingnya donor darah secara berkelanjutan. serta bekerjasama dengan UDD PMI terdekat seperti UDD Gianyar, UDD Klungkung untuk memenuhi kebutuhan

“Kami berharap dengan langkah-langkah tersebut, kesadaran masyarakat untuk donor darah semakin meningkat k ketersediaan darah dapat terpenuhi dengan baik”, jelasnya dan menyambut positif desakan DPRD Bangli. (sum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *