SINGASANA, Breaking-news.co.id | Perjalanan pulang usai menghadiri undangan pernikahan berubah menjadi insiden dramatis bagi lima staf Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan. Kendaraan yang mereka tumpangi terjun ke jurang sedalam kurang lebih delapan meter di jalur Payangan–Apuan, Kecamatan Marga, Selasa (24/3) siang.
Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita, tepatnya di Banjar Dinas Kalibalang, Desa Payangan. Mobil jenis Daihatsu Feroza dengan nomor polisi DK 1526 FAA yang dikemudikan I Made Winarsa bersama empat rekannya mengalami kerusakan cukup parah setelah terguling hingga ke dasar jurang.

Adapun empat penumpang lainnya masing-masing Komang Ayu Wajrayani, I Dewa Nyoman Triyasa, I Gede Artha Sudiarsana, dan I Putu Yogi A. Sepanca. Seluruhnya diketahui merupakan staf di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang baru saja menghadiri acara kondangan di wilayah Bunutin, Marga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Apuan menuju Payangan. Setibanya di lokasi kejadian, roda kiri depan mobil diduga melindas gundukan batu di sisi jalan. Kondisi tersebut menyebabkan ban terangkat sehingga pengemudi kehilangan kendali.
Dalam situasi panik, pengemudi disebut membanting setir ke kiri, yang justru membuat kendaraan keluar jalur dan akhirnya terperosok ke jurang. Faktor kontur jalan yang sempit dan rawan juga diduga turut memperparah kondisi hingga kecelakaan tidak dapat dihindari.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kelima korban mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tabanan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, membenarkan kejadian yang menimpa para stafnya tersebut. Ia memastikan seluruh korban dalam kondisi sadar dan terus mendapatkan perawatan.
“Syukurnya tidak ada korban jiwa. Semua dalam kondisi sadar dan hanya mengalami luka ringan. Namun, ada tiga orang yang masih menjalani pemeriksaan rontgen untuk memastikan tidak ada cedera serius,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ekayana juga menyampaikan pihaknya langsung bergerak cepat untuk memastikan kondisi para staf. Ia bahkan telah menjenguk korban di rumah sakit sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab institusi.
“Saya sudah menjenguk mereka di rumah sakit. Saat ini kami juga mendampingi salah satu staf untuk membuat laporan resmi ke Polres Tabanan terkait kejadian ini,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Termasuk mengkaji kondisi jalan di lokasi kejadian yang dikenal memiliki kontur cukup ekstrem dan berpotensi membahayakan pengendara.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalur-jalur rawan dengan kondisi geografis yang menantang. Pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan serta menjaga konsentrasi saat mengemudi menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan lalu lintas. (KYN)






