Perkuat Posisi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Minta Industri MICE Bali Usung Identitas Budaya dan Libatkan UMKM

DENPASAR, Breaking-news.co.id | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa posisi Bali sebagai destinasi utama penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bertaraf internasional kini makin solid. Guna mempertahankan daya saing di tingkat global, ia mendorong para pelaku industri MICE untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal serta memperluas pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Arahan tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi dari jajaran pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Gedung Jayasabha, Denpasar.

“Secara de facto, Bali telah diakui sebagai pusat pertemuan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh kesiapan fasilitas modern, kualitas SDM yang unggul, serta jaminan keamanan dan kenyamanan tingkat VVIP,” tegas Koster.

Ia mengungkapkan bahwa kekuatan utama Bali terletak pada perpaduan infrastruktur modern dan kekayaan tradisi lokal, seperti penerapan filosofi Sad Kerthi, Danu Kerthi, hingga sistem subak yang terbukti sukses dalam ajang kelas dunia seperti KTT G20 dan World Water Forum.

“Branding Bali sudah sangat kuat di mata dunia. Nilai jual utama kita adalah kebudayaan. Jangan sampai kita kehilangan orientasi akibat terbawa arus luar,” tambahnya.

Koster meminta BaliCEB menyusun standar baku operasional penyelenggaraan MICE yang memiliki karakteristik khas Bali sebagai acuan bersama seluruh event organizer. Selain itu, dampak ekonomi dari kegiatan MICE diharapkan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.

“Industri MICE wajib memberi ruang dan merangkul UMKM Bali agar spirit kelokalan makin bangkit dan memberi dampak ekonomi yang optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan langkah penanganan terpadu terkait persoalan sampah dan kelancaran arus lalu lintas demi menjaga kenyamanan wisatawan serta citra positif Bali di ranah internasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BaliCEB Ketut Jaman mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku industri pariwisata untuk bergabung dengan organisasi ini terus meningkat. Saat ini, Bali ditunjang oleh ratusan fasilitas MICE, termasuk sekitar 30 ballroom berkapasitas besar (di atas 200 orang) yang tersebar di berbagai kawasan strategis.

Pengukuhan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru Sanur. Pihaknya juga berkomitmen mendukung sosialisasi program Pungutan Wisatawan Asing (Foreign Tourist Levy) kepada para peserta serta penyelenggara konvensi internasional. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *