Pererat Kebersamaan, Desa Adat Serangan Laksanakan Matemu Wirasa Bersama Tokoh Senior dan Warga

DENPASAR, Breaking-news.co.id | Bendesa Adat Serangan I Nyoman Gede Pariatha memimpin kegiatan Matemu Wirasa bersama Krama Desa Adat Serangan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi momen mempererat kebersamaan sekaligus memohon doa restu dari para pengelingsir agar berbagai program desa berjalan lancar.

Bacaan Lainnya

Acara Matemu Wirasa tersebut menyasar para pengelingsir di seluruh wilayah Desa Adat Serangan, termasuk dari lingkungan Kampung Bugis.

Oleh karena itu, Gede Pariatha menyampaikan pentingnya dukungan para tokoh senior desa terhadap berbagai rencana pembangunan yang sedang berjalan.

“Jadi, kita disini acaranya yang pertama, kita mohon doa restu kepada para pengelingsir, apa yang menjadi harapan kedepan, agar bisa berjalan dengan baik dari dari aspek parhyangan, kita sedang membangun Kori. Jadi, para pengelingsir ini, kita mohonlah agar keterlibatan beliau senantiasa memberikan dorongan, dukungan, serta mohon kepada yang kuasa agar apa yang menjadi harapan bisa tercapai dengan baik,” kata Gede Pariatha.

Selain kegiatan spiritual dan silaturahmi, Desa Adat Serangan juga melaksanakan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut bersumber dari pendapatan Desa Adat Serangan.

Menurut Gede Pariatha, pembagian sembako tidak hanya menyasar para pengelingsir, tetapi juga masyarakat Muslim yang sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri serta para karyawan Desa Adat Serangan.

“Jadi, yang ikut ngaturang ayah-ayahan, apakah itu saudara, apakah itu yang juga ikut sebagai pelaksana di Desa Adat Serangan ini, kita berikan sembako,” terangnya.

Tak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada anak-anak serta masyarakat yang memiliki prestasi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para penabung dan pihak yang berkontribusi terhadap perkembangan lembaga tersebut.

LPD Desa Adat Serangan sendiri diketahui baru berjalan sekitar satu tahun dengan tingkat bunga sebesar 1,5 persen.
“Jadi, hasil dan prestasi para penabung, itu kita berikan, salah satu yang benar-benar apresiasi sembako,” ujarnya.

Gede Pariatha mengungkapkan sejak menjabat sebagai Bandesa Adat Serangan, program pembagian sembako telah dilaksanakan sebanyak dua kali sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.

“Kita ingin mengajak semua pihak, agar betul-betul Krama Desa Adat Serangan ini ada kehidupan sesuai konsep kami, yakni Serangan Metangi, bahwa Serangan ini sedang bergerak, menuju pada harapan, sesuai dengan harapan kita bersama,” kata Gede Pariatha.

Desa Adat Serangan sendiri terdiri dari enam Banjar Adat serta satu lingkungan Kampung Bugis dengan jumlah sekitar 400 kepala keluarga (KK), meningkat dari sebelumnya sekitar 360 KK.

Pada kesempatan tersebut, Gede Pariatha juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas wilayah serta mematuhi aturan yang berlaku.

“Jadi, apa yang menjadi hak mereka, apa yang menjadi kewajiban mereka, memang betul-betul tangan sana dengan baik. Jadi jangan sampai kemudian yang tidak menjadi haknya, lalu dia melanggar, nggak boleh. Kita tetap sebagai negara republik ini, taat kepada konstitusi,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *