TABANAN,Breaking-nesw.co.id | Jajaran personel Polres Tabanan menggelar apel gelar pasukan untuk Operasi Keselamatan Agung 2026 di Lapangan Tathya Dharaka, Senin (2/2/2026). Nantinya, dalam operasi tersebut Polres Tabanan menyiagakan personel di 12 titik.
Dalam apel tersebut peserta upacara meliputi unsur TNI-POLRI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja Kabupaten Tabanan, dan Dinas Kesehatan Tabanan. Apel dipimpin Wakapolres, Kompol I Gede Made Surya Atmaja mewakili Kapolres AKBP I Putu Bayu Pati.
“Peningkatan angka pelanggaran lalu lintas tahun 2025 diikuti oleh peningkatan angka laka lantas sebesar 2 persen. Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena di samping menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil,” ujar Wakapolres Surya Atmaja.
Selain itu menurutnya tingginya angka-angka laka lantas dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali.
Lanjutnya, sebagai etalase pariwisata sekaligus wajah Indonesia di mata dunia, keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Bali memiliki peran yang sangat strategis bukan sekadar urusan mobilitas kendaraan.
“Tetapi juga merupakan urat nadi perekonomian dan penunjang pariwisata berkualitas,” tambahnya.
Sementara Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman menambahkan, menindaklanjuti terkait Operasi Keselamatan Agung 2026 yang digelar mulai 2-15 Februari, Polres Tabanan menyiagakan personel di 12 titik.
Lokasi tersebut yakni Simpang Dadakan, Simpang Abiantuwung, Simpang Koripan, Simpang Taman Sekar, depan Masjid Al-Huda Kediri.
Simpang Universitas Tabanan, Simpang Traffic Light Kediri, Simpang Pasar Hewan, Simpang Gerokgak, Simpang Rindam, Simpang Gedung DPRD Tabanan, dan Simpang Wagimin.
Sasaran operasi akan menitikberatkan kepada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas laka lantas. Kemudian pengendara tidak menggunakan helm maupun sabuk pengamanan. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau sambil mengoperasikan ponsel. Serta perilaku lainnya yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kegiatan operasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang kondusif menjelang operasi Ketupat Agung 2026 dalam rangka pengamanan mudik dan hari raya Idul Fitri pada bulan Maret 2026 mendatang,” pungkasnya. (kyn)






