GIANYAR, Breaking-news.co.id | Komunitas Seni Manduka Asrama kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Bali dengan menggelar Lango Wedana Festival #3. Ajang bergengsi ini akan menjadi panggung bagi para penari muda dan seniman topeng se-Bali untuk menunjukkan bakat dan taksu mereka.
Festival tahun ini menghadirkan tiga kategori lomba utama yang menargetkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga tingkat umum. Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Wantilan Pura Taman Pule, Desa Mas, Ubud.
Kategori Lomba yang Diperlombakan
Pihak panitia telah menetapkan persyaratan dan jadwal untuk masing-masing cabang lomba sebagai berikut:
- Lomba Topeng Melampahan: Terbuka untuk tingkat umum se-Bali dengan usia minimal 16 tahun. Kategori ini dapat diikuti secara pajeg maupun perseorangan dengan durasi pementasan 23-25 menit. Lomba akan berlangsung pada tanggal 14-15 Mei 2026.
- Lomba Tari Condong: Diperuntukkan bagi peserta usia 6-13 tahun, yang akan dilaksanakan pada 14 Mei 2026.
- Lomba Tari Baris Tunggal (Babak I): Menargetkan peserta usia 6-13 tahun, dengan jadwal pelaksanaan pada 14 Mei 2026.
Jadwal Pendaftaran dan Hadiah
Bagi para seniman yang ingin berpartisipasi, pendaftaran telah dibuka mulai 1 Maret hingga 20 April 2026. Sebelum kompetisi dimulai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti Technical Meeting yang dijadwalkan pada 3 Mei 2026.
Para pemenang tidak hanya akan memperebutkan gelar juara, tetapi juga hadiah menarik yang terdiri dari:
- Juara I, II, dan III: Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan.
- Harapan I, II, dan III: Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan.
- Juara Favorit: Piala, Piagam, dan Bingkisan.
- Piala Bergilir: Komunitas Seni Manduka Asrama.
Cara Mendaftar
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan memindai QR Code yang tersedia pada publikasi resmi festival atau dapat mengklik link berkut ini (link). Festival ini terselenggara berkat kerja sama dengan berbagai mitra media dan sponsor lokal yang turut mendukung regenerasi seniman di Bali.
Ajang ini diharapkan dapat menjadi ruang kreativitas yang sehat sekaligus menjaga nyala api kesenian tradisional Bali di tengah arus modernisasi.





