Joko Arnawa Tolak Sampah ke Bangli, Ingatkan Konsep Hulu Teben

Foto: Joko Arnawa

BANGLI, Breaking-news.co.id | Sejak munculnya wacana Pemerintah Kota Denpasar bakal membawa sampah ke Bangli,memantik gelombang protes dari netizen dan berbagai kalangan di Bangli.

Tak kecuali penolakan untuk pengiriman sampah dari Denpasar ke Bangli juga terlontar dari Made Joko Arnawa, anggota DPRD Bangli. Joko yang juga Ketua Fraksi Restorasi Raya DPRD Bangli mengaku pada prinsipnya secara pribadi menolak untuk menerima sampah Denpasar dan dari kabupaten lain ke Bangli. Dikatakan bahwa mengelola sampah sendiri saja Bangli belum mampu apalagi ditambah dengan sampah luar daerah. Produksi sampah yang relatif tinggi di Bangli dibanding dengan daya tampung, maka akan menjadi persoalan serius ke depan bila menampung sampah luar daerah.

Joko berharap Pemkab Bangli segera menyampaikan kepada masyarakat apa sesunguhnya yang telah terjadi dengan wacana ini.” Ada wacana tentang sampah ini biar ga bias, maka Pemkab Bangli mesti segera menyampaikannya ke masyarakat agar tidak menjadi polemik”, harap Joko.

Joko menyitir kembali soal konsep Hulu Teben. Dipercaya dalam konsep Hindu ada hulu dan teben( hulu dan hilir). Dimana sampah mestinya dibawa ke hilir. ” Bangli kan hulunya Bali, masak sampah di bawa ke hulu. Kalau sampah dibawa ke hulu maka air dari hulu tercemar dan sampai ke daerah bawahpun air itu menjadi kotor, logikanya kan begitu”, kata Joko Arnawa.

Terhadap hal ini dia mengatakan secara kelembagaan, DPRD Bangli belum membahas persoalan sampah Denpasar dibawa ke Bangli. Meski Ketut Suastika, Ketua DPRD Bangli memberi sinyal untuk menerima sampah Denpasar ke Bangli seperti yang muncul di media masa menurutnya itu baru pendapat pribadi. Selayaknya DPRD atas nama lembaga menyikapi persoalan tersebut agar tidak menjadi bola liar dan menambah gelombang protes serta berbagai spekulasi. (sum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *