BANGLI, Breaking-news.co.id | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang ke-38, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar acara perayaan di Ruang Rapat Bupati Bangli, Jumat (13/2/2026).
Mengusung tema “Melalui HUT WHDI Kabupaten Bangli yang ke-38, Kita Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, acara ini menjadi momentum refleksi bagi peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar dalam sambutannya menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar kesetaraan, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Perempuan dianggap sebagai tiang utama dalam keluarga yang bertanggung jawab memastikan kesehatan dan kesejahteraan anggota rumah tangga.
”Perempuan Hindu di Bangli harus mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan dharma. Keluarga yang sehat dan sejahtera adalah kunci utama kita menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota WHDI.

Sementara dalam Arahannya Penasehat WHDI Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota WHDI Bangli. Organisasi ini bukan sekedar wadah berkumpul, melainkan wadah perjuangan perempuan Hindu untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat.
Di usia yang semakin matang ini, saya ingin menekankan tiga poin penting bagi seluruh anggota WHDI Bangli, yang Pertaman Wanita sebagai Tiang Keluarga: Di tengah arus modernisasi, peran kita sebagai ibu dan istri sangatlah krusial. Jadilah sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara menjalankan dharma agama (spiritual) dan dharma negara (sosial), sembari tetap menjaga nilai-nilai luhur adat dan budaya Bali. Yang kedua Peningkatan Kapasitas (Upskilling): Saya berharap WHDI tidak hanya fokus pada kegiatan rutin upakara, tetapi juga mulai merambah pada pemberdayaan ekonomi kreatif dan literasi digital. Wanita Bangli harus cerdas, mandiri secara ekonomi, dan melek teknologi. Dan yang ketiga Sinergi dengan Program Pemerintah: Sebagai mitra pemerintah, saya mengajak WHDI untuk terus aktif dalam isu-isu sosial, seperti penurunan angka stunting, pelestarian lingkungan, dan perlindungan anak serta perempuan di Kabupaten Bangli.
Mari kita jadikan momentum HUT ini untuk ngrombo (bergotong-royong) membangun Bangli. Jangan ada sekat di antara kita, jadikan WHDI sebagai rumah yang nyaman untuk bertukar pikiran dan saling menguatkan.
”Seorang wanita yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah pondasi bagi Bangli yang maju dan harmonis”, ungkapnya.
Selamat Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia. Teruslah berkarya, teruslah mengabdi demi kejayaan umat dan daerah kita tercinta.
Perayaan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Semangat yang diusung sangat jelas: perempuan Bangli siap menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM unggul yang sehat secara jasmani dan rohani.
Melalui peringatan ke-38 ini, WHDI Bangli berharap seluruh anggotanya semakin solid dan inovatif dalam menjalankan program kerja yang berdampingan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah.(sum)





