Gubernur Koster dan Konjen Tiongkok Bahas Proyek PSEL Hingga Ekspor Buah Lokal Bali

DENPASAR, Breaking-news.co.id | Pemerintah Provinsi Bali menggelar pertemuan strategis bersama Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar pada Kamis (14/5/2026). Pertemuan ini melampaui pembahasan sektor pariwisata dan investasi, melainkan fokus pada pengelolaan sampah berbasis energi listrik (PSEL), digitalisasi daerah, hingga perluasan akses ekspor komoditas buah lokal Bali ke pasar Tiongkok.

Sinergi antardua wilayah ini memadukan penguatan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta jaminan keamanan bagi warga asing di tengah upaya Bali menjaga keseimbangan antara modernisasi dan nilai adat.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen Zhang mengapresiasi percepatan pembangunan di Pulau Dewata di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Ia menilai infrastruktur Bali mengalami peningkatan pesat dibandingkan dua tahun lalu saat ia awal bertugas.

“Saya menyaksikan perubahan yang signifikan, terutama pada kualitas jalan dan fasilitas publik. Di Buleleng maupun kawasan Ubud yang dulunya rusak, kini perkembangannya sangat nyata,” ungkap Konjen Zhang.

Diplomat tersebut menambahkan bahwa Bali memiliki performa luar biasa dalam menjaga stabilitas keamanan dan menyelesaikan berbagai permasalahan WNA secara responsif.

Dukungan PSEL dan Investasi Sektor Teknologi

Tiongkok memberikan komitmen penuh terhadap pengoperasian proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Berbekal pengawasan pada infrastruktur seperti PLTU Celukan Bawang, pihak Konjen meyakini proyek PSEL menjadi solusi jangka panjang atas masalah pengelolaan sampah.

“Kami menjamin investor Zhejiang Weiming bekerja secara profesional dan berpengalaman. Seluruh proses operasional dipastikan tunduk pada regulasi hukum yang berlaku di Bali,” tegas Zhang.

Selain penanganan limbah, Tiongkok membuka peluang kolaborasi di sektor ekonomi kreatif, perikanan, pertanian, dan transformasi digital. Zhang secara khusus menyoroti daya tarik komoditas hortikultura Bali.

“Manggis dan salak Bali memiliki pasar yang sangat besar di Tiongkok. Permintaan konsumen kami sangat tinggi karena cita rasanya yang khas,” tambahnya.

Penggunaan integrasi pembayaran digital via QRIS antarnegara juga dinilai memperlancar arus transaksi wisatawan. Konjen Zhang turut mengundang Gubernur Koster meninjau pusat teknologi Tiongkok di Shenzhen guna mempererat kerja sama investasi.

Koster: Hubungan Bali-Tiongkok Memiliki Akar Historis dan Kultural

Gubernur Wayan Koster menyambut positif penguatan hubungan bilateral ini, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Bali dan Tiongkok terhubung oleh ikatan sejarah dan budaya yang kuat.

“Di beberapa tempat suci di Bali terdapat simbol pemujaan dewa-dewi Tiongkok. Budaya masyarakat Bali memiliki keselarasan nilai dengan tradisi Tiongkok,” terang Koster.

Wisatawan Tiongkok saat ini menempati urutan ketiga terbanyak yang berkunjung ke Bali, setelah Australia dan India.

Terkait proyek PSEL yang dimotori Zhejiang Weiming melalui skema Danantara Indonesia, Koster memastikan pengawasan langsung bersama pemerintah daerah terkait.

“Saya mengawal langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar. Peletakan batu pertama dijadwalkan pada Juli mendatang, sementara pematangan lahan ditargetkan selesai akhir Juni 2026,” ujar Koster.

Fasilitas PSEL berteknologi tinggi ini diproyeksikan beroperasi pada Oktober 2027 setelah masa pengerjaan 15 bulan. Kehadirannya diharapkan menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung secara berkelanjutan.

Di akhir tatap muka, Koster menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan pesat Tiongkok di bidang industri dan teknologi, serta mengutip kekagumannya pada figur pembaharu Tiongkok, Deng Xiaoping.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *