DPRD Bangli Tuding Kerja OPD Bersifat Rutinitas

Foto: Anggota DPRD Bangli, Satria Yudha

BANGLI, Breaking-news.co.id | Anggota DPRD Bangli, Satria Yudha menuding bahwa kerja OPD di Bangli rata- rata hanya bersifat rutinitas. Tidak ada terobosan dan inovasi yang berarti.

Kepada Breaking, news di rumahnya belum lama ini, Satria Yudha menyampaikan tudingan itu ketika dimintai komentarnya tentang pembangunan di Kabupaten Bangli.

“Kerja OPD bersifat rutinitas, ngantor pagi pulang sore, gitu- gitu aja,” ujar politisi PDI Perjuangan asal Dusun Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini.

Menurutnya kebijakan yang dibuat Pemkab Bangli atau OPD mestinya berangkat dari data base tentang potensi dan kondisi wilayah. Dia melihat desa-desa memiliki potensi yang sangat bagus baik bidang kepariwisataan dan bidang pertanian.

Ada potensi yang baik untuk digarap menjadi destinasi wisata. Di bidang pertanian ungkap Yudha banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk dapat meningkatkan perdapatan petani. Dia mencontohkan subak- subak yang memiliki debut air irigasi yang melimpah dapat dikembangkan budidaya ikan di padi (mina padi).

“Subak di Desa Selat airnya besar itu untuk budidaya mina padi sangat memungkinkan dikembangkan”, jelasnya. Mina padi selain dapat memberi nilai tambah juga dapat meningkatkan kesuburan tanaman padi.

Di bidang kepariwisataan menurutnya banyak potensi untuk bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Dia mencontohkan air terjun Tibumana, di Bangun Lemah memiliki daya tarik, bagai mutiara terpendam. Begitu dirinya mengajak masyarakat setempat untuk menatanya akhirnya kini sudah ramai dikunjungi. Namun berkembangnya Tibumana karena kreatif masyarakat setempat bersamanya.

Terhadap potensi tersebut justru Disbudpar Bangli (saat itu dipimpin I Made Adnyana) kurang menunjukkan ada gregetnya. Saat dirinya menuding kinerja Disbudpar yang kurang inovatif malah dibantahnya.

“Saya ini tidak tidur Pak Yudha. Kalo tidak tidur apa yang tahu tentang Tibumana mari lihat bareng”, kenang Satria Yudha.

Menurut dia OPD mestinya mencari data dan informasi di lapangan. Tidak hanya kerja dari balik meja. Tanpa data mustahil dapat membuat kebijakan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat. Kalau kebijakan dibuat tanpa bertolak dari data, diyakini kebijakan yang dibuat ngawur dan tidak bakal menjawab kebutuhan masyarakat.

Di bidang pertanian juga dirinya menuding OPD nya kurang inovasi dan hanya bekerja bersifat rutinitas. Mestinya kreatif dan inovatif. Apa potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Dikatakan perlunya ada keanekaragaman produksi agar hasil pertanian memiliki nilai jual sehingga dapat memberi nilai tambah bagi petani.

“Dari awal mesti ada campur tangan pemerintah, karena pemerintah wajib hadir di situ”, jelasnya.

Tetapi pada OPD tertentu menurut Satria Yudha sudah ada yang menunjukkan kinerja bagus. Saat dirinya meminta OPD untuk memaparkan rencana kerja, OPD tersebut dapat memaparkan secara detail. Tetapi banyak OPD yang tidak dapat menunjukkan kinerja baik. Hal itu dapat dilihat saat pemaparannya dalam sidang.

“Ada OPD kerjanya bagus, saat kami minta untuk memaparkan rencana kerja mereka dapat memaparkan dengan detail, baik dari sisi data dan rencana langkah-langkahnya. Begitu saya minta utk menyampaikan pemaparan mereka ambil laptop dan dapat memaparkan dengan mengalir dan rinci,” kata Satria Yudha tanpa menyebut OPD dimaksud.

Disayangkan kalau kerja OPD hanya bersifat rutinitas, maka dikhawatirkan pembangunan Bangli berjalan di tempat, pada akhirnya kesejahteraan masyarakat tak bakal kunjung meningkat. Dia berharap semua OPD agar meningkatkan budaya kerja serta inovatif dan dapat menerjemahkan visi dan misi Bupati Bangli.(sum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *