DENPASAR, breaking-news.co.id | Menyambut Hari Jadi Intelijen Polri ke-80, Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali menggelar rangkaian kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan sejak 30 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, lingkungan, serta keluarga besar Fungsi Intelijen Polri di Bali.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi aksi peduli lingkungan, penyaluran bantuan sembako kepada warga kurang mampu, doa bersama untuk korban bencana banjir di Sumatra, hingga anjangsana kepada purnawirawan serta personel yang tengah sakit.
Ditintelkam Polda Bali juga menggelar sembahyang bersama dan bakti sosial di Pura Luhur Candi Narmada, serta bakti kesehatan berupa donor darah yang melibatkan personel Polri dan masyarakat umum.
Direktur Intelkam Polda Bali, KBP Syahbuddin, S.I.K., menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Intelijen Polri ke-80 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan pengabdian yang humanis. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai Tri Hita Karana sebagai landasan pengabdian Polri di Bali.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui upaya menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Pendekatan ini dinilai relevan dalam memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat Bali yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Selain mempererat hubungan internal keluarga besar Intelijen Polri, kegiatan ini juga mempertegas komitmen Ditintelkam Polda Bali untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta merawat harmoni kehidupan bersama.
Sebagai penutup, KBP Syahbuddin, S.I.K. menegaskan bahwa pengabdian Intelijen Polri harus senantiasa berpijak pada nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.
Pengabdian sejati tidak hanya diukur dari ketajaman analisis, tetapi dari kehadiran yang memberi makna, ketulusan yang menyentuh, serta komitmen menjaga harmoni kehidupan. Inilah semangat Intelijen Polri dalam merawat Bali yang raharja.
“Tri Hita Karana bukan sekadar filosofi, tetapi jalan pengabdian: menjaga keharmonisan dengan Tuhan, manusia, dan alam demi Bali yang raharja,” tutupnya. (red).





