Harmoni Nyepi dan Idul Fitri: Gubernur Koster Perkuat Sinergi Lintas Agama di Jayasabha

DENPASAR, Breaking-news.co.id  | Menjelang peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 yang jatuh berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Bali menggelar pertemuan silaturahmi di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (16/3).

Agenda ramah tamah ini bertujuan mempererat hubungan antara Pemprov Bali dengan jajaran Forkopimda, tokoh agama (FKUB), serta berbagai organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah di tengah dinamika perayaan hari besar dua agama yang waktunya hampir bersamaan. Berbekal pengalaman tinggal di Jakarta, Koster mengaku sangat memahami beragam sudut pandang yang muncul di masyarakat terkait penentuan hari raya.

“Ada potensi malam takbiran bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi pada 19 Maret mendatang, tergantung hasil sidang Isbat pemerintah pusat nantinya. Namun, bagi kami ini adalah momentum positif untuk menunjukkan wajah Bali yang penuh toleransi,” ujar Koster.

Gubernur menegaskan bahwa keharmonisan antar umat beragama di Bali merupakan aset vital, terutama dalam menjaga citra pariwisata di mata dunia. Ia meminta agar perdebatan atau perbedaan pandangan yang kerap memanas di media sosial tidak perlu diperpanjang.

Menurutnya, komunikasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari pimpinan majelis agama hingga tingkat kementerian. Hasilnya, seluruh pihak sepakat untuk mengutamakan keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kondisi Bali sangat stabil. Tanggung jawab kita sebagai pemimpin adalah memberikan pencerahan kepada umat agar esensi kesucian Nyepi maupun Idul Fitri tetap terjaga tanpa gangguan,” tegasnya di hadapan para tokoh lintas agama.

Koster berharap pelaksanaan catur brata penyepian bagi umat Hindu dan ibadah puasa serta Lebaran bagi umat Muslim dapat berjalan dengan khusyuk. Ia juga mengingatkan bahwa kerukunan di Bali bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan urusan kolektif seluruh warga yang menetap di Pulau Dewata.

“Mari kita bangun kehidupan yang guyub. Idul Fitri bukan hanya urusan umat Muslim, begitu juga Nyepi bukan hanya urusan umat Hindu. Ini adalah urusan kita semua yang tinggal di Bali untuk saling menjaga,” pungkasnya.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *