BADUNG, Breaking-news.co.id | Pengawasan terhadap orang asing di Bali terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi penggunaan aplikasi Cakrawasi guna mendukung sistem keamanan dan pengelolaan pariwisata yang lebih tertib, aman dan berkualitas.
Upaya ini mengemuka dalam kegiatan penguatan kolaborasi dan koordinasi antara Polda Bali dengan pelaku usaha pariwisata di Bali.
Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah hingga asosiasi pariwisata dinilai penting untuk memastikan pengawasan terhadap wisatawan asing berjalan efektif.
Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes. Pol. Syahbuddin, S.I.K., memaparkan bahwa kondisi pariwisata Bali saat ini menunjukkan sejumlah anomali. Ia menyoroti ketimpangan antara lonjakan kunjungan wisatawan asing dengan kontribusi pajak yang dihasilkan.
“Melihat anomali pariwisata Bali saat ini, saat kunjungan wisatawan asing yang meningkat justru tak sebanding dengan jumlah pajak yang dihasilkan dari pariwisata,” terangnya.
Data tahun 2025 mencatat total 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.
Namun, hanya sekitar 30 persen yang tercatat membayar Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Kondisi ini mendorong perlunya sistem pengawasan berbasis teknologi yang terintegrasi.
Peluncuran aplikasi Cakrawasi diharapkan mampu mengoptimalkan pengawasan terhadap orang asing sekaligus mendukung sistem keamanan, pelayanan dan pengelolaan pariwisata Bali agar tetap aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, meyakini pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Cakrawasi akan membawa manfaat besar bagi masa depan pariwisata Bali.
Ia juga berharap kolaborasi sejumlah stakeholder dapat meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Bali secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menilai keberadaan aplikasi Cakrawasi menjadi sangat penting, terutama di tengah sejumlah gangguan yang sedang dihadapi sektor pariwisata Bali.
Untuk itu, Cok Ace mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk mendukung implementasi aplikasi tersebut demi menjaga citra dan kualitas destinasi Bali di mata dunia.
Dari sisi teknis, Tim Developer Cakrawasi, I Gusti Ngurah Made Arya Putra Atmaja menjelaskan bahwa aplikasi ini berbasis web.
Dengan sistem tersebut, siapa pun dapat mengakses platform untuk membantu pihak kepolisian melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di berbagai tempat.
Dengan penguatan kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan pelaku usaha, Bali diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan tata kelola pariwisata yang transparan dan akuntabel. (red).





