BULELENG, Breaking-news.co.id | Ketua Yayasan Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima, menyerap aspirasi keresahan para sopir pengusaha angkutan pariwisata di Buleleng pada 9 November 2025 di Desa Tegallinggah.
Kehadiran Ismaya (Jro Bima), yang juga Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bali, atas undangan para sopir angkutan pariwisata (termasuk Grab Pariwisata) Buleleng, terkait berbagai masalah yang muncul saat ini.
Para sopir angkutan pariwisata menyampaikan masukan atas banyaknya mobil angkutan pariwisata yang ‘bodong’, alias menggunakan pelat palsu dan KTP palsu yang beroperasi di Bali.
“Kebijakan Pemerintah Provinsi agar mobil angkutan Grab Pariwisata harus menggunakan pelat DK dan KTP domisili Bali banyak yang disalahgunakan, sehingga membuat resah pengusaha lokal,” ungkap salah seorang pelaku Grab Pariwisata menyampaikan keluhannya.

“Saya mohon Keris Bali bisa memediasi masalah ini agar tidak menimbulkan gejolak,” tambahnya.
Dengan banyaknya operasional pendatang luar Bali yang beroperasi, membuat pengusaha lokal tersisih. Mereka menilai Pemerintah daerah mesti cepat menyelesaikan masalah ini agar tidak menambah panjang masalah yang muncul.
Jro Bima menyarankan agar sebaiknya para sopir lebih dulu melakukan komunikasi dengan prosedur yang benar kepada Pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini.
“Sampaikan dulu masalahnya kepada aparat yang berwenang. Kalau tidak ditanggapi, baru ambil sikap tegas,” ungkap Jro Bima.
“Saya akan mengawal semua masalah yang menyangkut harga diri orang Bali yang terjajah dari daerahnya sendiri,” tegasnya di hadapan para sopir Grab Pariwisata Buleleng.
Kehadiran Yayasan Keris Bali telah banyak membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kasus yang muncul dari orang pendatang yang meresahkan masyarakat Bali. (Sur)





