Desa Adat Tegallalang Mengadu ke Majelis Agung: Diduga Oknum Majelis Madia Langgar Kode Etik

Foto: Sang Ketut Rencana (Kertha Desa Adat Tegalalang yang menjadi korban penghinaan) saat melayangkan surat pengaduan ke MDA Provinsi Bali

BANGLI, Breaking-news.co.id | Masyarakat Desa Adat Tegallalang, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, melayangkan surat pengaduan resmi kepada Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali pada Selasa (21/10). Pengaduan ini terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh seorang pejabat di lingkungan MDA Kabupaten Bangli berinisial I WW.

Dalam surat bernomor 20/DAT.BGL/X/2025 tersebut, Desa Adat Tegallalang mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap tindakan I WW yang menjabat sebagai Baga I Bidang Hukum Adat dan Agama di MDA Kabupaten Bangli. Mereka menuding I WW tidak melakukan upaya mediasi saat Desa Adat Tegallalang dihina oleh seorang warga pendatang. Bahkan, yang bersangkutan justru memberikan pendampingan hukum kepada pihak yang diduga menghina dan melecehkan Desa Adat.

“Kami sangat kecewa dengan tindakan oknum pejabat tersebut,” ujar I Wayan Miarsa, Bandesa Adat Tegallalang, dalam surat pengaduannya. “Seharusnya, sebagai pejabat yang membidangi hukum adat, yang bersangkutan wajib melindungi dan membela kepentingan Desa Adat. Bukan malah membela pihak yang menghina adat kami.”

Masyarakat Desa Adat Tegallalang berharap agar Majelis Agung Provinsi Bali memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga mengingatkan bahwa Majelis Desa Adat merupakan forum penting bagi Desa Adat di Bali.

Surat pengaduan ini ditandatangani oleh Bandesa Adat Tegallalang, I Wayan Miarsa, dan Penyarikan, Sang Putu Sudana Artha. Pihak Desa Adat Tegallalang berharap agar Majelis Agung segera menindaklanjuti pengaduan mereka demi menjaga kehormatan dan marwah Desa Adat di Bali.

Surat aduan Desa Adat Tegalalang Bangli di terima Staff di kantor Majelis Agung Provinsi Bali. I Wayan Wira ketika diminta konfirmasinya atas dugaan pelanggaran kode etik tersebut dia menunda memberi jawaban dengan alasan masih ada acara.” Mangkin tiyang masih ada acara, nanti ya”, jawabnya singkat via ponselnya, Rabu (22/10) pagi. (sum)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *