DENPASAR, Breaking-news.co.id | Keterbatasan armada dan frekuensi pengiriman logistik dari wilayah daratan ke Kepulauan Nusa Penida kerap memicu kelangkaan stok serta tingginya harga kebutuhan pokok. Mengatasi kendala tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan uji coba penambahan frekuensi pelayaran kapal pengangkut barang rute Padangbai–Nusa Penida dari dua kali menjadi tiga kali sehari.
Instruksi tersebut disampaikan Koster saat memimpin rapat koordinasi persetujuan lintas pelayaran di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
“Apabila penambahan trip ini berjalan optimal, kesenjangan harga antara Klungkung daratan dan Nusa Penida dapat diatasi karena pasokan bahan pokok menjadi lancar dan stok aman,” ujar Gubernur Wayan Koster.
Konsekuensi penambahan layanan perintis ini akan meningkatkan alokasi subsidi operasional Pemprov Bali dari Rp1,4 miliar menjadi sekitar Rp2,1 miliar per tahun. Meski demikian, Koster menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Klungkung I Made Satria membenarkan bahwa lonjakan harga sembako di Nusa Penida dipicu oleh terbatasnya ruang angkut kapal sehingga terjadi penumpukan logistik di pelabuhan penyeberangan.
“Perbedaan harga selama ini terjadi karena keterbatasan stok akibat barang harus mengantre antrean kapal yang jumlah trip-nya masih terbatas,” terang I Made Satria.
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali, lintasan Padangbai–Nusa Penida belum siap ditransisikan penuh ke sistem komersial.
“Proses komersialisasi dilakukan secara bertahap untuk mencegah lonjakan harga dan memberi ruang penyesuaian bagi Pemda,” jelas Kadek Mudarta.
Langkah strategis penambahan frekuensi pelayaran logistik ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, menjamin kecukupan pasokan, serta mewujudkan pemerataan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Nusa Penida.(red)





