TABANAN,Breaking-news.co.id | Jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas) yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, Selasa (01/09). Penguatan tersebut menjadi kesempatan bagi petugas untuk mempertajam kemampuan deteksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Ditjenpas Bali diikuti oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Lapas Tabanan, Nur Bagus Wahyudi, sementara jajaran pengamanan lainnya yang terdiri dari anggota regu jaga dan Administrasi Keamanan dan Ketertiban mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Materi yang diberikan mencakup penguatan kapasitas Polsuspas, deteksi dini, pencegahan konflik, penanganan situasi kontingensi, hingga penguatan koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Peserta juga dibekali pendekatan Observe, Analyze, Act, Coordinate sebagai tahapan dalam membaca situasi dan menentukan tindakan secara tepat.
Nur Bagus Wahyudi menyampaikan bahwa materi yang diberikan memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas pengamanan sehari-hari. “Kegiatan ini memberikan penguatan penting bagi petugas pengamanan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca situasi, melakukan deteksi dini, serta menentukan langkah yang tepat ketika menghadapi potensi gangguan kamtib,” ujarnya.
Salah satu materi disampaikan oleh AKP I Made Ambo Arjana, S.H., M.H., Kasi Korwas Polsus Ditbinmas Polda Bali. Beliau menekankan pentingnya kemampuan petugas dalam mengamati kondisi sekitar, menganalisis potensi risiko, mengambil tindakan, serta membangun koordinasi ketika menghadapi situasi tertentu.
“Deteksi dini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Petugas tidak cukup hanya mengetahui adanya potensi gangguan, tetapi juga harus mampu menganalisis situasi dan menentukan langkah yang tepat sesuai SOP, termasuk membangun koordinasi dengan pihak terkait ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petugas menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan Lapas. “Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Karena itu, kompetensi petugas pengamanan harus terus diperkuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” tegas Basuki. (kyn)






