Menjelang Galungan dan Kuningan 2026, Tanah Lot Perkuat Pengamanan Pujawali dan Layanan Wisatawan

Foto : Situasi Area dan Wisatawan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan 2026 di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan

TABANAN, Breaking-news.co.id | Menjelang rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, kawasan wisata sekaligus destinasi spiritual Tanah Lot terus memperkuat kesiapan dalam menyambut pelaksanaan Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot yang berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026. Persiapan dilakukan untuk memastikan kegiatan persembahyangan umat Hindu dan aktivitas pariwisata dapat berjalan aman, nyaman, dan harmonis.

Manajer Operasional Badan Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, I Wayan Sudiana, SE., menyatakan seluruh personel lapangan telah disiagakan guna mendukung kelancaran pelaksanaan karya agung tersebut. Pengamanan kawasan, pengaturan arus pengunjung, serta koordinasi dengan panitia pengemong Pura Luhur Tanah Lot terus diperkuat untuk mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan maupun umat yang datang untuk bersembahyang.

Bacaan Lainnya

Sudiana juga menegaskan, selama rangkaian Pujawali berlangsung, operasional kawasan wisata tetap berjalan normal seperti biasa.

“Kami memastikan bahwa operasional DTW Tanah Lot tetap buka seperti biasa untuk menyambut wisatawan. Momen Pujawali ini adalah kesempatan yang sangat istimewa, di mana wisatawan bisa menyaksikan langsung prosesi keagamaan dan kekayaan budaya Bali. Prosesi ini sekaligus menjadi atraksi budaya dan spiritual yang berdampingan dengan keindahan panorama alam Tanah Lot,” ujarnya.

Menurutnya, keberlangsungan kegiatan keagamaan di kawasan Tanah Lot menjadi salah satu daya tarik yang memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam dan keindahan matahari terbenam, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung nilai-nilai spiritual dan budaya Bali yang tetap lestari hingga kini.

Selain pengamanan, manajemen juga melakukan pemantauan terhadap kondisi pasang surut air laut yang menjadi faktor penting bagi umat maupun wisatawan yang hendak menyeberang menuju area pura. Meski telah tersedia estimasi waktu pasang surut selama pelaksanaan Pujawali, kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu akibat pengaruh cuaca dan dinamika laut.

Karena itu, petugas keamanan, pecalang, dan personel operasional akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan keselamatan seluruh pemedek dan wisatawan.

Manajemen DTW Tanah Lot juga mengimbau seluruh pengunjung dan umat yang melaksanakan persembahyangan agar mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan objek wisata. Kepatuhan terhadap aturan dan informasi yang diberikan di lapangan dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan upacara.

Dengan kolaborasi antara pengelola kawasan, panitia pengemong pura, pecalang, dan masyarakat adat, pelaksanaan Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot diharapkan dapat berlangsung khidmat sekaligus mendukung citra pariwisata budaya Bali yang berkelanjutan.

Momentum ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas keagamaan dan pariwisata dapat berjalan berdampingan secara harmonis, sehingga memberikan manfaat spiritual bagi umat sekaligus pengalaman budaya yang autentik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot. (kyn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *