500+ Talenta Bali Ikuti Seleksi Royal Caribbean Group, Peluang Karier Kapal Pesiar Terbuka

DENPASAR, Breaking-news.co.id  | Peluang berkarier di industri kapal pesiar internasional semakin terbuka bagi sumber daya manusia Indonesia. Hal ini terlihat dalam Talent Selection Day yang digelar PT Augustea Intercrews Indonesia Cabang Bali di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi Talent Selection Day pertama yang diselenggarakan Augustea Intercrews Indonesia sebagai certified dan official hiring partner Royal Caribbean Group, salah satu perusahaan kapal pesiar internasional.

Chief Executive Officer Augustea Intercrews Indonesia, Angga Luthfi Eldrianto, mengatakan proses rekrutmen kali ini difokuskan pada sektor hospitality, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang culinary, food and beverage, serta housekeeping.

Antusiasme kandidat yang mengikuti proses seleksi bahkan membuat pelaksanaan Talent Selection Day yang semula direncanakan selama dua hari, 11–12 Agustus, diperpanjang menjadi tiga hari hingga 13 Agustus 2026.

“Jumlah aplikan sangat luar biasa. Hari ini sekitar 150 kandidat, besok sudah lebih dari 160, dan hari ketiga juga lebih dari 160. Jadi kurang lebih ada 500 lebih aplikan yang akan kami seleksi selama tiga hari,” ujar Angga.

Menurutnya, seleksi yang berlangsung saat ini merupakan tahap initial interview oleh pihak Augustea Intercrews Indonesia sebagai hiring partner. Kandidat yang dinyatakan memenuhi kriteria akan memiliki kesempatan mengikuti final interview langsung bersama pihak Royal Caribbean Group yang direncanakan berlangsung pada September 2026, baik secara daring maupun luring.

Angga menyebut, apabila dari proses seleksi tiga hari tersebut terdapat lebih dari 300 kandidat yang dinilai memenuhi standar Royal Caribbean Group, pihaknya berpotensi mengundang para kandidat tersebut untuk mengikuti seleksi lanjutan secara langsung di Bali pada bulan September.

Untuk dapat mengikuti proses tersebut, kandidat harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki pengalaman kerja di bidang hospitality. Bagi kandidat yang memiliki pengalaman di hotel bintang empat atau lima, minimal pengalaman yang dibutuhkan sekitar satu tahun.

Selain pengalaman, kandidat juga harus mulai mempersiapkan paspor untuk mengikuti tahapan final interview. Mereka juga wajib memenuhi persyaratan dokumen dan pelatihan sesuai standar internasional bagi pelaut, termasuk basic safety training, security training, buku pelaut, police clearance, serta reference dan background check.

Namun, proses rekrutmen tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis atau hard skill. Kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi juga menjadi perhatian penting karena para kandidat nantinya akan bekerja dalam lingkungan internasional dengan budaya dan sistem kerja yang berbeda.

“Bukan hanya jumlah, tetapi juga quality. Quantity dan quality harus seimbang. Jumlah yang dibutuhkan memang sangat banyak, tetapi jangan sampai karena terlalu banyak kita tidak fokus pada kualitas,” tegas Angga.

Ia mengatakan, kesiapan mental sebaiknya mulai dibangun sejak kandidat masih berada di rumah. Terlebih sebagian kandidat merupakan tenaga entry-level yang baru pertama kali memiliki pengalaman bekerja di luar negeri atau di atas kapal pesiar.

Augustea Intercrews Indonesia, kata Angga, akan memberikan dukungan melalui proses onboarding dan pendampingan agar kandidat mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Sementara itu, Recruiter Augustea Intercrews Indonesia, Komang Deddy Aryawan, mengatakan pelaksanaan interview pada hari pertama berjalan dengan antusiasme yang sangat tinggi. Sejumlah kandidat dinilai cukup memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan.

“Kandidat yang datang cukup qualified dengan standar minimum yang kita perlukan, terutama untuk posisi F&B, housekeeping, dan laundry,” ujarnya.

Menurut Deddy, Bali memiliki basis sumber daya manusia yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan industri hospitality internasional. Keberadaan hotel, restoran, hingga perguruan tinggi di Bali menjadi salah satu sumber kandidat yang memiliki latar belakang sesuai dengan kebutuhan industri kapal pesiar.

Ia juga menjelaskan perbedaan karakter pekerjaan antara sektor marine atau shipping dengan industri kapal pesiar. Jika sektor marine lebih banyak berkaitan dengan dunia pelayaran dan shipping, industri kapal pesiar memiliki karakter yang sangat kuat pada sektor hospitality, hotel, pariwisata, dan pelayanan penumpang.

Dengan tingginya jumlah pendaftar, Talent Selection Day ini menunjukkan besarnya minat tenaga kerja Indonesia untuk menembus pasar kerja internasional, khususnya industri kapal pesiar.

Bagi para kandidat, kesempatan tersebut bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi pintu untuk membangun karier di industri hospitality global. Sementara bagi perusahaan perekrut, tantangannya adalah memastikan setiap kandidat yang lolos tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga memiliki kesiapan mental, disiplin, dan kemampuan beradaptasi untuk bekerja di lingkungan internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *